30 July 2026 15:44
Jakarta terus berbenah untuk mewujudkan kota inklusif dengan menghadirkan berbagai fasilitas publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas atau difabel, lansia, dan anak-anak. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan gedung dan pusat bisnis modern, tetapi juga memastikan setiap warga dapat mengakses ruang publik dan transportasi dengan aman serta nyaman.
Sejumlah fasilitas di ibu kota kini telah mengalami peningkatan. Trotoar di berbagai ruas jalan utama dilengkapi guide block atau ubin pemandu untuk penyandang tunanetra, sementara sejumlah fasilitas umum telah menyediakan toilet khusus disabilitas. Integrasi transportasi publik seperti TransJakarta, KRL, MRT, dan LRT juga terus diperbaiki melalui penyediaan lift dan eskalator guna mempermudah mobilitas penyandang disabilitas maupun lansia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui aksesibilitas bagi penyandang disabilitas memang belum sepenuhnya ideal. Namun, menurutnya, kondisi di Jakarta sudah jauh lebih baik dibandingkan banyak daerah lain dan akan terus disempurnakan.
"Apakah sekarang ini sudah ramah untuk difabel atau tidak? Memang belum seratus persen ramah. Tetapi dibandingkan daerah lain, sekarang ini kelompok difabel aksesnya sudah cukup baik," kata Pramono.
Ia mengatakan pemerintah juga telah berdialog langsung dengan komunitas penyandang disabilitas untuk menyerap berbagai masukan terkait kebutuhan fasilitas publik.
"Ketika di LRT yang baru dari Pegangsaan Dua sampai Manggarai, akses bagi kelompok difabel juga sudah dipikirkan. Mudah-mudahan ini menjadi kontribusi Pemerintah DKI Jakarta untuk terus memperbaiki pelayanan bagi kelompok difabel," ujarnya.