30 July 2026 19:15
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino masih akan mempengaruhi iklim Indonesia hingga awal 2027 mendatang. Hal ini berdampak pada musim kemarau tahun ini yang berlangsung lebih kering, dengan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
Pengaruh fenomena El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih kering dengan durasi yang lebih panjang. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
“Untuk puncak musim kemarau tahun 2026 diprediksi umumnya terjadi pada bulan Agustus ya, atau 48,84% luas daratan Indonesia, dan di bulan September atau 25,41% luas daratan Indonesia,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis, 30 Juli 2026.
BMKG juga mencatat peningkatan titik panas dengan risiko Karhutla tertinggi di 6 provinsi, di antaranya:
Guna meminimalisir dampak, BMKG mengoperasikan modifikasi cuaca di sejumlah daerah rawan.