Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan potongan pendapatan pengemudi ojek online (ojol) saat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. Menurutnya, potongan tarif aplikator ojol di atas 10 persen terlalu kebesaran.
Sistem potongan dengan tarif di atas 10 persen dinilai memberatkan pengemudi. Ia bahkan membuka dialog langsung dengan massa untuk menegaskan keresahan tersebut.
“Ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen?” ujar Prabowo dalam tayangan Breaking News Metro TV.
Pertanyaan itu langsung dijawab dengan penolakan oleh peserta aksi peringatan Hari Buruh Internasional. Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan sikapnya bahwa tarif aplikator ojol harus di bawah 10 persen.
“Saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Enak aja, lo (ojol) yang keringat, dia (aplikator) yang dapat duit,” kata Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo turut memberi peringatan kepada pelaku usaha yang tidak mengikuti kebijakan tersebut. “Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah berusaha di Indonesia,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi
Online. Perpres tersebut mengatur pembagian pendatapan dari 80 persen untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi.
Selain ojol, perhatian khusus juga diberikan kepada para pengemudi transportasi daring dan kurir melalui pemberian bonus hari raya, serta perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Pemerintah pun memberikan keringanan berupa diskon 50 persen untuk iuran jaminan
kecelakaan kerja dan
jaminan kematian bagi pekerja bukan penerima upah.
"Kita memberi 50 persen diskon iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi pekerja bukan penerima upah," ujarnya