Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

2 October 2026 17:36

Jakarta: Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menanggapi sorotan publik terkait pergeseran posisinya dari pengamat luar menjadi bagian dari lingkaran kekuasaan, Rocky menegaskan sikap kritisnya tidak akan luntur.

"Ya kan cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Justru lebih enak di dalam," ujar Rocky saat ditemui usai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jumat 2 September 2026. 

Rocky memaparkan bahwa Presiden Prabowo menitipkan mandat kepada Wantimpres untuk menjalankan peran etis, bukan urusan teknis birokrasi. Lembaga ini diibaratkannya seperti komite pengawas (oversight committee) yang bertugas memantau arah kebijakan agar selaras dengan visi kepala negara dan kepentingan rakyat.

"Pesan khusus dari Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tugas evaluasi teknis harian berada di tangan kementerian melalui inspektorat jenderal maupun staf khusus. Sementara itu, Wantimpres berfungsi melakukan kontemplasi dan membedah persepsi publik terhadap kekuasaan.

"Kita di Wantimpres tidak mengevaluasi kebijakan teknisnya. Kita mengawasi arah kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden saat kampanye, misalnya kemakmuran rakyat yang harus didalilkan habis-habisan. Kita monitor apakah persepsinya di publik sama. Kalau tidak, ada kekurangan komunikasi yang harus diperbaiki melalui pertimbangan kepada Presiden," jelas Rocky.

Ketika ditanya mengenai potensi bias kepentingan politik karena posisinya kini di dalam pemerintahan, Rocky menolak anggapan tersebut. Menurutnya, ranah pertimbangan etis bersifat normatif dan berakar pada tanggung jawab individual setiap anggota dewan, bukan kepentingan kelompok tertentu.

"
Ya pasti tidak dipengaruhi. Mau dipengaruhi oleh siapa? Kan enggak ada, emua hal yang etis itu sifatnya wajib  normatif. Nah itu bedanya antara kebijakan etis dan kebijakan teknis," ujar Rocky.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X