9 October 2026 12:39
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua pekan terakhir memicu munculnya kabut asap pekat di wilayah Kota Jambi dan sekitarnya. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap operasional dua bandara utama di Provinsi Jambi, yakni Bandara Sultan Thaha di Kota Jambi dan Bandara Muara Bungo.
Penurunan jarak pandang menjadi kendala utama navigasi penerbangan. Di Bandara Sultan Thaha, jarak pandang dilaporkan hanya berkisar antara 500 hingga hampir 1.000 meter, yang masih berada di bawah batas aman untuk proses pendaratan (landing) pesawat. Selain melumpuhkan lalu lintas udara, kepekatan kabut asap juga mulai mengganggu jarak pandang warga saat berkendara di jalan raya.
Dampak serupa juga melanda Bandara Muara Bungo. Akibat sebaran asap pekat, pihak pengelola bandara membatalkan dan menunda sejumlah penerbangan, khususnya rute tujuan Jakarta. Bahkan, operasional di Bandara Muara Bungo dilaporkan sempat lumpuh selama hampir dua pekan lebih akibat cuaca buruk tersebut.
"Akibat kebakaran hutan dan lahan sejak dua pekan terakhir, Bandara Sultan Thaha di Kota Jambi ini mengalami gangguan signifikan, khususnya dari pekatnya kabut asap. Untuk jarak pandang hari ini berada di sekitar 500 hingga hampir 1.000 meter, sehingga masih jauh dari jarak layak untuk proses landing pesawat yang akan mendarat," ujar Heru Kristiaji dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026.
Heru juga menambahkan mengenai kelumpuhan jadwal penerbangan di Bandara Muara Bungo.
"Kabut asap pekat saat ini terjadi di Bandara Muara Bungo, Jambi, di mana Bandara Muara Bungo saat ini masih membatalkan atau menunda sejumlah penerbangan dari maskapai penerbangan, khususnya tujuan Jakarta. Selama hampir dua pekan lebih, Bandara Muara Bungo lumpuh dikarenakan adanya kabut asap pekat," tambahnya.