NEWSTICKER

Sidang Pencabulan Santriwati di Jombang Digelar di PN Surabaya, Jaksa: Demi Keamanan

1 August 2022 15:30

Sidang kasus pencabulan santriwati dengan terdakwa Subchi Azal Tshani, Senin (1/8/22), masih dilaksanakan PN Surabaya secara daring. Lokasi sidang yang berbeda dengan locus delicti di Jombang merupakan pelaksaan fatwa Mahkamah Agung (MA).

Demikian tegas jaksa dalam sidang dengan agenda pembacaan tanggapan atas keberatan pihak terdakwa. Selama berlangsung sidang, terdakwa Subchi Azal Tshani mengikutinya dari Rutan Medaeng, Surabaya.

"Pemindahan lokasi sidang berdasarkan fatwa MA dan usulan dari Forkopimda Jombang," ujar jaksa Tengku Firdaus seusai sidang.

Usul agar sidang tidak dilaksakan di PN Jombang yang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang sampikan adalah dengan pertimbangan menjaga ketertiban umum di Jombang, Jawa Timur. Terdakwa yang adalah putra seorang ulama terkemuka, memiliki cukup pengaruh untuk menggerakkan massa sehingga dikhawatirkan memicu guncangan kemananan.

Pertimbangan tersebut berdasarkan apa yang Subchi Azal Tshani lakukan selama dua tahun menghindari aparat penegak hukum. Dia bersembunyi di dalam ponpes dan mengerahkan para santri memblokir akses kepolisian yang hendak menjemput paksanya.

Walau sidang berlagsung daring dan tertutup, pengamanan di PN Surabaya tetap diperketat. Brimob Polda Jatim berjaga di sekeliling gedung PN Surabaya untuk mengantisipasi gangguan.