NEWSTICKER

Setop WNI Jadi Korban Perdagangan Orang!

2 August 2022 09:50

Modus penipuan penempatan pekerja migran masih terus berulang. Sebelumnya, pada Mei 2021 sebanyak 75 WNI mengalami hal serupa. Mereka diiming-imingi bekerja di perusahaan rintisan, kemudian akhirnya disekap, dieksploitasi sebagai operator judi online. Lantas bagaimana pekerja migran Indonesia  dapat terlindungi dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)?

Ketua Pusat Studi Migran Care, Anis Hidayah menjelaskan bahwa hal ini terjadi bermula dari perekrutan melalui media sosial. WNI ditawarkan pekerjaan tanpa proses yang berbelit, yang hanya membutuhkan pasport.

"Modusnya melalui online. Lalu kedua, bekerja tanpa ada kontrak dan visa kerja dan pekerja migran Indonesia bekerja selama 16-17 jam. Dengan hal ini, maka indikasi TPPO terpenuhi," jelas Ketua Pusat Studi Migran Care, Anis Hidayah, Selasa (2/8/2022).

Selain itu, Anis juga menjelaskan bahwahal ini tidak terjadi hanya di Kamboja, tapi juga di FIlipina dan Thailand. Anis berharap persoalan TPPO ini bisa dibahas oleh Bu Retno Marsudi di pertemuan Menlu se-ASEAN pekan depan. 

Anis mengungkapkan bahwa ASEAN sudah memiliki instrumen ASEAN Convention Against Trafficking untuk memberantas TPPO. Tapi ia berharap, hal ini bukan hanya menentukan hukumnya saja tetapi juga bagaimana cara mencegah TPPO itu sendiri.