27 June 2022 13:16
Perjalanan presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia untuk menunjukan bahwa Indonesia mampu tampil sebagai kekuatan konstruktif dalam keamanan dan perdamaian Internasional. Langkah Jokowi dianggap tepat sebab selama ini negara-negara besar cenderung partissan sebab fokus terhadap kepentingan masing-masing.
Upaya aktif RI terlibat dalam upaya perdamaian dunia adalah amanat konstitusi dan Presiden Jokowi melanjutkan tradisi kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Upaya Jokowi menemui Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Zelensky diharap membantu negara-negara berkembang yang terancam oleh krisis pangan, krisis energi dan inflasi dampak perang Rusia-Ukraina.
"Pada periode terakhir pemerintahannya, Jokowi memiliki pondasi kuat untuk aktivisme internasional karena Indonesia sudah menunjukan kemampuan menyelesaikan krisis dalam negeri,"
Guru Besar Politik Internasional Universitas Pelita Harapan, Profesor Alexander Aur dalam Metro Siang, Senin (27/6/2022).
Menurutnya diplomasi Indonesia dapat diterima Rusia dan Ukraina karena tidak memiliki kepentingan politik tertentu. Kunjungan Jokowi diharapkan dapat menyadarkan Putin dan Zelensky bahwa perang ini sudah tidak bermanfaat dan memulihkan krisis yang telah terjadi.
"Langkah ini dilakukan untuk menghentikan kekerasan, antara Rusia dan Ukraina dengan menggunakan pendekatan ekonomi," jelas Prof. Alex.