NEWSTICKER

Kuasa Hukum Bharada E Pertanyakan Kenapa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Tidak Tes PCR

7 November 2022 19:33

Seiring berjalannya proses persidangan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, perlahan skenario kebohongan Ferdy Sambo semakin terungkap. Salah satunya dari kesaksian dua orang tenaga kesehatan yang melakukan tes PCR di rumah Saguling pada 8 Juli lalu. 

Kuasa hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Abdul Rohman menyatakan bahwa tes PCR yang dilakukan adalah permintaan dari Putri Candrawathi kepada Eliezer. Kemudian Eliezer bertanya dimana tes PCR akan dilakukan, saudara Arianto mengkonfirmasi test PCR akan dilakukan di rumah Saguling.

Abdul menyebutkan siapa-siapa saja yang akan di PCR yakni, Ricky, Kuat, Susi, dan Eliezer. Namun ketika sampai dirumah Saguling ternyata Ricky dan Kuat tidak melakukan tes PCR. Abdul mempertanyakan apa alasan keduanya tidak melakukan tes PCR. Pernyataan bahwa Ricky dan Kuat tidak melakukan PCR berasal dari dua orang saksi petugas swab yakni Nevi Afrilia dan Ishbah Azka Tilawah.

"Ini menjadi pertanyaan kenapa dua orang itu (Rick dan Kuat) tidak melakukan test PCR, padahal prosedur yang biasa dilakukan para ajudan atau driver itu ketika kembali dari luar kota masuk ke Jakarta wajib di PCR," ujar Abdul Rohman saat diwawancara oleh Metro TV.

Pihak kuasa hukum Eliezer tidak ingin menduga-duga, menurutnya biar fakta persidangan saja yang membuktikannya berdasarkan keterangan saksi-saksi petugas swab yang sudah jelas bahwa seharusnya empat orang tersebut yakni Ricky, Kuat, Eliezer, dan Susi yang harus melakukan tes PCR karena baru saja datang dari Magelang ke Saguling.

Sebelumnya, terdapat 12 saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa, Senin (7/11/2022). Namun, hanya lima yang hadir dalam persidangan yaitu petugas swab PCR dan , satu sopir ambulans dan dua orang dari perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.