21 October 2022 14:00
Menyusul lonjakan jumlah kasus gagal ginjal akut anak-anak, Kementerian Kesehatan RI menghentikan peredaran beberapa obat demam dan batuk yang diduga kandungannya diduga sebagai pemicunya. Bagi anak yang terlanjur diberikan obat cair, dapat dikonsultasikan ke dokter terdekar.
"Kalau sudah konsumsi sebulan yang lalu dan tidak ditemukan gejala mengarah ke gagal ginjal, tidak usah terlalu panik. Tapi untuk lebih meyakinkan, silahkan berkonsultasi ke dokter anak," saran dokter spesialis anak dr. Lucy Amelia.
Menurutnya kasus gagal ginjal akut tergolong progresif atipikal sebab perlangsungannya yang tergolog cepat. Maka bila tidak ada gejala-gejalanya padahal anak pernah diberi obat cair yang biasa diberikan belakangan ditarik BPOM, maka orang tua tidak perlu panik.
Sebagai langkah awal pengobatannya, dapat dibantu dengan kompres air hangat di area pembuluh darah besar. Sedangjkan jika ada riwayat sakit bawaan lainnya, dapat diberikan pengobatan memalui anus, yang sesuai petunjuk dokter.
Saran serupa juga berlaku bagi orang tua yang membutuhkan obat untuk balitanya yang sedang demam, batuk atau flu. "Pada saat anak demam ataupun laiinya yang emergency, jangan panik. Segera konsultasikan obat yang harus diberikan dan apa yang harus dilakukan," sambungnya.