Komnas HAM Ungkap Hasil Temuan Awal Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan

12 October 2022 14:35

Pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan, Komnas HAM melakukan investigasi untuk mengusut tuntas tragedi tersebut. Komnas HAM telah meminta keterangan terhadap 10 pihak yang dilakukan pada 2-10 Oktober 2022. 

Tim investigasi Komnas HAM meminta keterangan terkait kondisi para korban dari seluruh rumah sakit yang merawat korban tragedi Kanjuruhan. Selain itu, Komnas HAM juga mendapat dokumen kepolisian, data korban, video dan foto orisinal serta bagian senjata gas air mata. 

Berdasarkan hasil investigasi awal yang telah dilakukan, ditemukan fakta bahwa sekitar 14-20 menit pasca peluit panjang tanda pertandingan diselesaikan kondisi di Stadion Kanjuruhan masih terkendali. Saat pemain Arema FC menuju ruang ganti, sebagian Aremania turun ke lapangan menghampiri para pemain untuk memberikan semangat. 

Tembakan gas air mata yang dilakukan Brimob dan Sabhara menjadi pemicu utama kepanikan suporter dan mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa. Tim investigasi mendapat video yang menunjukan pintu-pintu stadion terbuka sangat kecil dan juga mendapatkan video yang direkam oleh salah satu korban meninggal. 

Selain itu, Kapolres Malang juga telah membuat surat kepada PT LIB dan panitia pelaksana agar jadwal pertandingan diubah ke sore hari dan tiket dikurangi. Namun, pertandingan justru dilakukan pada malam hari dan tiket yang dijual lebih dari kapasitas daya tampung stadion. 

Tim investigasi Komnas HAM akan meminta keterangan dari Direktur PT LIB, Broadcaster, ahli hukum olah raga dan PSSI esok hari, Kamis (13/10/2022). 

(Thirdy Annisa)


Close Ads X
Close Ads X