Menyudahi Siklus Kekerasan Papua

20 December 2022 08:20

Paradoksal di Papua belum juga bisa diakhiri, bahkan kian menjadi-jadi. Papua yang sejatinya tanah yang damai terus saja menjadi arena bertikai, gelanggang kekerasan, dan ladang kematian. 

Kekerasan di Papua sudah lama, sangat lama, menghantui masyarakat di sana. Waktu yang terus berlalu tak juga mampu menurunkan siklusnya. Justru sebaliknya, kekerasan semakin sering terjadi, eskalasinya pun semakin tinggi. Kematian lantaran ulah gerombolan teroris separatis kian akrab di telinga masyarakat. Harus dikatakan, sebagian wilayah Papua bukan lagi tempat yang aman.

Mustahil dimungkiri, pemerintahan Joko Widodo memberikan perhatian luar biasa kepada rakyat Papua. Jokowi sudah belasan kali berkunjung ke Papua sebagai bentuk kedekatan pemimpin negara kepada rakyatnya.

Namun, semua itu tak juga melunakkan hati sebagian orang Papua. Mereka tetap saja merasa bukan bagian dari Indonesia, bersikukuh ingin memisahkan diri dari Indonesia, dan tentu saja memusuhi Indonesia. Mereka menolak kenyataan bahwa Papua secara defacto dan dejure ialah wilayah Indonesia.

Untuk menyelesaikan masalah Papua, selain mutlak menyejahterakan rakyat, juga wajib menyudahi sepak terjang KKB dengan penegakan hukum yang tegas, supertegas. Tentu, memerangi mereka mesti dalam koridor HAM, tidak asal-asalan, apalagi sewenang-wenang terhadap warga biasa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arya Sandhi Nuzulal)