Mengawali rangkaian Kongres Kedua di kawasan Ancol, Jakarta, Garda Pemuda Partai NasDem menggelar sesi diskusi interaktif bertajuk "Unduh Rasa". Sesi ini secara khusus dirancang sebagai wadah inklusif untuk mendengarkan langsung keresahan, kritik, dan aspirasi kelompok muda, khususnya Generasi Z dan milenial.
Wakil Ketua Umum DPP Garda Pemuda NasDem sekaligus Ketua Steering Committee Kongres Kedua, Ivanhoe Semen, menegaskan bahwa partainya sengaja mengundang narasumber dari luar partai politik untuk mendapatkan masukan yang objektif.
"Garda Pemuda NasDem ini mengundang narasumber yang memang dari luar partai karena kita inklusif, tidak boleh eksklusif. Kita harus mendengar apa kritik dan masukan dari teman-teman, itu harus kita tangkap sebagai vitamin buat kita," ujar Ivanhoe dalam wawancara bersama Primetime News Metro TV, dikutip Selasa, 21 Juli 2026.
Keresahan Mahasiswa: Ekonomi hingga Krisis Kepercayaan
Dalam sesi "Unduh Rasa" tersebut, berbagai keresahan lintas sektor disuarakan secara gamblang oleh kelompok muda. Perwakilan mahasiswa dari UPN Veteran, Gufron Dymas, menyoroti masalah ekonomi, kebijakan negara yang dianggap melenceng dari Pasal 33 UUD 1945, hingga buruknya komunikasi publik pejabat pemerintahan saat ini.
"Komunikasi publik pejabat pemerintah hari ini tidak mampu menjelaskan program-program secara baik kepada masyarakat. Pada akhirnya muncullah krisis kepercayaan terhadap instrumen-instrumen negara," kata Gufron.
Lebih lanjut, Gufron mendesak agar partai politik benar-benar menjalankan fungsinya sebagai agregator kepentingan rakyat dan memberikan pendidikan politik yang substantif, bukan sekadar kegiatan seremonial semata.
Merespons kritik tajam dari perwakilan mahasiswa, tokoh pemuda sekaligus anggota Garda Pemuda NasDem, Didi Riyadi, menilai bahwa langkah terpenting saat ini adalah memahami "suasana kebatinan" anak muda yang mulai jenuh dengan kondisi politik Tanah Air.
"Penting buat kami untuk lebih banyak mendengar apa yang menjadi keluh kesah. Ke depannya, ini menjadi PR (pekerjaan rumah) Garda Pemuda NasDem untuk membuka ruang dialog yang lebih luas lagi terhadap semua anak muda agar bisa merumuskan ideologi dan menjaga bangsa ini bersama-sama," papar Didi.
Jembatan Aspirasi ke Parlemen
Krisis kepercayaan dan sikap antipati anak muda terhadap politik akibat maraknya kasus korupsi diakui oleh Ivanhoe Semen sebagai tantangan dan pekerjaan rumah terbesar bagi seluruh partai politik saat ini.
Sebagai sayap kepemudaan, Ivanhoe memastikan bahwa Garda Pemuda NasDem akan menjadi jembatan untuk membawa keresahan yang terserap dari sesi "Unduh Rasa" ini ke ruang-ruang legislatif.
"Mayoritas teman-teman Garda Pemuda NasDem saat ini duduk sebagai anggota DPR RI maupun DPRD. Itu bisa menjadi perpanjangan tangan kita di legislatif untuk bisa menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan, kerinduan, dan keinginan dari generasi muda saat ini," ucap Ivanhoe.