Adu Gengsi Perebutan Juara Tiga Pesta Bola Dunia 2026

18 July 2026 15:42

Jakarta: Pertandingan Prancis versus Inggris menjadi salah satu pertandingan yang menarik, meski hanya memperebutkan posisi ketiga Pesta Bola Dunia 2026. Kedua tim sama-sama gagal melangkah ke final setelah takluk dari lawan-lawannya di semifinal. Prancis dikalahkan Spanyol 0-2, sedangkan Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-2 di semifinal. 

Laga ini memang tidak menentukan gelar juara. Namun, bagi Inggris dan Prancis, sama-sama syarat akan gengsi.

Laga perebutan tempat ketiga ini dijadwakan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami pada Minggu, 19 Juli 2026 dini hari WIB. Kedua pelatih diperkirakan tetap menurunkan pemain terbaik mereka demi menutup turnamen dengan hasil yang positif. 

Head to head


Rekor pertemuan kedua tim, Inggris masih unggul atas Prancis. Dari total 32 kali pertemuan, Inggris berhasil meraih 17 kemenangan, sementara Prancis mengoleksi 10 kemenangan. Sedangkan 5 pertandingan berakhir imbang. Statistik ini menunjukkan rivalitas yang cukup panjang, meski dalam beberapa tahun terakhir Prancis mampu untuk mendominasi pertemuan penting, termasuk di turnamen besar.


5 pertemuan terakhir


Dalam 5 pertemuan terakhir yang berlangsung dari tahun 2010 hingga tahun 2022, Prancis memiliki catatan yang lebih baik. Les Blues meraih 3 kemenangan pada 17 November 2010, kemudian 13 Juni 2017, dan 10 Desember 2022. Sementara itu Inggris 1 kemenangan dan 1 laga berakhir imbang. 

Yang paling diingat adalah perempat final di Piala Dunia 2022 yang lalu saat Prancis menyikirkan Inggris dengan skor 2-1. Rekam jejak tersebut tentu menjadi modal psikologis bagi Prancis untuk memperebutkan posisi ketiga. Meski Inggris tentu datang dengan motivasi besar untuk membalas kekalahan itu.

Formasi timnas Prancis


Prancis diperkirakan tetap akan menggunakan formasi andalan yaitu 4-2-3-1. Susunan pemain racikan dari Didier Deschamps, di penjaga gawang ada Mike Maignan. Ia percaya akan menjaga gawang dengan duet William Saliba dan juga Dayot Upamecano sebagai tembok pertahanan.

Kemudian di lini tengah akan diisi oleh Tchouameni, kemudian  Adrian Rabiot yang berperang sebagai menjaga kesimbangan permainan. Sementara untuk di lini depan akan mengendalkan kecepatan dan juga kreativitas dari Ousmane Dembele, kemudian Ollise Barkola, dan juga sang Kapten Kylian Mbappe sebagai ujung tombak serangan. Komposisi ini membuat Prancis tetap berbahaya, terutama saat melakukan serangan balik cepat.


Formasi timnas Inggris


Sementara dari kubu Inggris, formasi yang dipilih oleh Thomas Tuchel juga akan menggunakan formasi 4-2-3-1. Jordan Pickford  tetap jadi pilihan utama di bawah mistar Gawang, kemudian di lini pertahanan dipimpin oleh John Stones bersama dengan Marc Guehi, didukung Reece James dan juga Djed Spence di sisi sayap. Declan Rice menjadi jangkar di lini tengah, ditemani ada Elliot Anderson.

Sedangkan kreativitas serangan akan bertumpu pada Jude Bellingham, kemudian Morgan Rogers dan juga Anthony Gordon untuk menyuplai bola kepada Harry Kane, yang kembali percaya sebagai Kapten sekaligus menjadi ujung tombak utama. 

Head to head penyerang


Tapi yang menjadi solotan utama pertandingan ini dipastikan mengarah kepada duel 2 bintang dunia, yaitu Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Mbappe tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026, dengan 8 gol dan kini bersaing memperebutkan sepatu emas.
Secara keseluruhan Mbappe telah mengoleksi 20 gol sepanjang karirnya di ajang Piala Dunia, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di generasinya. 

Di sisi lain, Jude Bellingham menjadi motor permainan Inggris. 6 gol yang ia telah cetak menunjukkan juga bahwa kontribusinya bukan hanya sebagai gelandang,) tapi juga ancaman di depan gawang lawan. Kemampuannya memenangkan duel, mengatur tempo permainan,  dan juga menghubungkan lini tengah dengan lini serang akan menjadi kunci bagi Inggris untuk menendam dominasi Prancis. Duel keduanya diyakini menjadi salah satu penentu kemenangan. 

Inggris datang membawa ambisi, membalas luka lama. Sementara Prancis hadir dengan percaya diri mempertahankan dominasinya. Gengsi dipertaruhkan, harga diri diperebutkan, meski hanya memperebutkan posisi ketiga. Atmosfernya dipastikan akan terasa layak sebuah parti final.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X