Militer Iran Sindir Agresi Trump Sebagai 'Epic Fear'

17 March 2026 22:40

Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan kritik tajam terhadap agresi militer Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Zolfaghari menilai manuver militer tersebut bukanlah bentuk kekuatan, melainkan sebuah "ketakutan epik".

Dalam pernyataan resmi berbahasa Inggris yang jarang terjadi, ia secara khusus menyindir nama operasi militer Trump, Epic Fury. Menurutnya, istilah yang lebih akurat untuk menggambarkan situasi tersebut adalah Epic Fear atau Ketakutan Epik.

Zolfaghari menegaskan bahwa hasil akhir sebuah peperangan tidak akan pernah ditentukan melalui narasi atau unggahan di media sosial. Kemenangan sejati hanya dapat dibuktikan melalui realitas dan kondisi nyata yang terjadi di medan tempur.
 

Baca juga:
Fragmen Rudal Iran Hantam Rumah di Yerusalem Timur, Picu Kerusakan Besar

Ia menuding bahwa pasukan Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki keberanian untuk mendekati titik konflik yang sesungguhnya. Hal ini menjadi alasan mengapa pihak Amerika dinilai hanya berani melontarkan gertakan melalui dunia maya.

"Pesan untuk Presiden Amerika Serikat, hasil perang tidak dapat ditentukan oleh cuitan. Hasil perang ditentukan di lapangan," tegas Zolfaghari dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa medan tempur adalah tempat yang justru tidak berani didekati oleh Trump maupun pasukannya. "Lebih baik namai perang ini sebagai 'Ketakutan Epik' daripada 'Kemurkaan Epik'," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)