Jakarta: Piala Dunia 2026 tidak hanya menarik perhatian karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga disebut menjadi panggung lahirnya aturan baru yang dikenal dengan nama Prestianni Law.
Aturan ini menjadi sorotan karena mengatur hal yang selama ini kerap dianggap sepele, yakni cara pemain berkomunikasi saat pertandingan berlangsung.
Apa Itu Prestianni Law?
Prestianni Law merupakan aturan yang melarang pemain menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau jersey ketika berbicara kepada lawan, wasit, maupun ofisial pertandingan dalam situasi tertentu.
Menurut narasi aturan tersebut, langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi di lapangan sekaligus mencegah terjadinya penghinaan, ujaran diskriminatif, maupun tindakan rasisme dalam pertandingan sepak bola. Dengan kata lain, FIFA ingin memastikan komunikasi antarpemain maupun dengan perangkat pertandingan dapat diawasi dengan lebih baik.
Mengapa Aturan Ini Diperkenalkan?
Nama
Prestianni Law dikaitkan dengan pemain muda Argentina, Gianluca Prestianni. Ia menjadi sorotan setelah terlibat kontroversi saat berbicara kepada pemain lawan sambil menutupi mulutnya. Insiden tersebut disebut memicu perdebatan mengenai komunikasi pemain di lapangan dan mendorong evaluasi terhadap aturan yang berlaku. Dari situlah muncul gagasan untuk menerapkan regulasi yang lebih ketat terkait gestur saat berbicara dalam pertandingan.
Penerapan aturan ini membuat pemain harus lebih berhati-hati saat berkomunikasi selama pertandingan. Jika sebelumnya menutupi mulut dianggap sebagai kebiasaan untuk menjaga privasi percakapan, kini tindakan tersebut dapat menjadi perhatian wasit dan perangkat pertandingan. Aturan ini juga menunjukkan bahwa
sepak bola modern tidak hanya menyoroti aspek teknis permainan, tetapi juga perilaku para pemain di atas lapangan.
Peran VAR Semakin Luas
Kehadiran teknologi VAR selama ini identik dengan pemeriksaan gol, penalti, pelanggaran, atau
offside. Namun dalam narasi penerapan Prestianni Law, VAR juga disebut berperan dalam membantu memantau perilaku pemain, termasuk bahasa tubuh dan cara mereka berkomunikasi saat pertandingan berlangsung. Hal ini menandai semakin luasnya penggunaan teknologi dalam menjaga standar permainan dan etika di lapangan.
Seperti banyak aturan baru lainnya,
Prestianni Law memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai aturan tersebut terlalu ketat karena berpotensi menghukum gestur yang selama ini dianggap biasa. Namun di sisi lain, pendukung aturan tersebut menilai sepak bola membutuhkan standar etika yang lebih tinggi untuk mencegah perilaku yang tidak sportif.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Prestianni Law menggambarkan bagaimana sepak bola terus beradaptasi dengan tuntutan zaman. Jika sebelumnya perhatian hanya tertuju pada kemampuan teknik dan strategi, kini aspek transparansi, rasa hormat, serta etika juga menjadi bagian yang semakin penting dalam permainan. Karena itu, di era
sepak bola modern, bukan hanya aksi di lapangan yang menjadi sorotan, tetapi juga cara para pemain berinteraksi dan berkomunikasi selama pertandingan berlangsung.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)