28 July 2026 22:00
Timnas Indonesia sukses mengawali langkah di Piala AFF 2026 dengan hasil sempurna. Bertanding di Stadion Pakansari, Skuad Garuda melumat Kamboja dengan skor telak 5-1. Kemenangan ini tidak hanya menghasilkan tiga poin, tetapi juga memperkenalkan senjata rahasia baru di lini depan Indonesia.
Mitchell Baker, Potongan Puzzle yang Hilang?
Sorotan utama tertuju pada striker muda Mitchell Baker yang mencetak hat-trick pada laga debutnya. Pengamat sepak bola, Haris Pardede atau yang biasa disapa Bung Harpa, menilai Baker adalah jawaban atas penantian panjang Indonesia akan sosok nomor 9 murni.
“Kehadiran dari Mitchell Baker kemarin itu memang memberikan secercah harapan. Bukan hanya soal hattrick, tapi kalau kita perhatikan beberapa kali dia juga ikut me-hold bola, memantul-mantulkan bola, kemudian dia bergerak secara berirama dengan Eliano Reijnders dan juga tentunya salah satu tandukan menerima umpan dari Tom Haye,” ujar Bung Harpa dalam wawancara di Primetime News Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026.
Mantan pemain Timnas, Kurniawan Dwi Yulianto, secara spesifik menyoroti keunggulan fisik Baker. Dengan tinggi badan di atas 190 cm, Baker menjadi ancaman udara yang mematikan. "Bahwa selama ini mungkin kita kekurangan pemain yang bisa menang duel heading setelah Bambang Pamungkas tentunya. Tapi dengan adanya Mitchell Baker tentunya menjadi warna tersendiri dan ini sangat menjanjikan" kata Kurniawan.
Taktik John Herdman dan Peran Tom Haye
Kemenangan telak ini juga tidak lepas dari kepiawaian pelatih John Herdman dalam meramu taktik. Kurniawan mencatat bahwa para pemain telah memahami pola mobilitas dan transisi negatif dengan sangat baik, hampir serupa dengan performa saat FIFA Matchday.
Di tengah lapangan, Tom Haye bertindak sebagai pengatur ritme. Kombinasi umpan akurat Haye dan penempatan posisi Baker menciptakan "duet maut" yang kini mulai dipetakan oleh media-media luar negeri, termasuk media Vietnam.
Menjaga Momentum Menuju Laga Berat
Meski menang besar, Bung Harpa mengingatkan agar tim tidak larut dalam euforia berlebihan mengingat peringkat Kamboja yang terpaut jauh di bawah Indonesia. Tantangan sesungguhnya akan hadir saat melawan Timor Leste pada 31 Juli, dan puncaknya kontra Vietnam pada Agustus mendatang.
"Kita tahu Vietnam sangat kuat sekali dan dengan asumsi kita bisa mengamankan tiga poin dari Timor Leste nanti tanggal 31, maka kalau kita bisa mengalahkan Vietnam dengan penampilan seperti babak pertama, maka nanti di pertandingan terakhir lawan Singapura tanggal 7 Agustus kita bisa bermain lebih tenang dan syukur-syukur kita juga bisa sapu bersih dan menjuarai Grup A,” ungkap Bung Harpa.
Dengan kedalaman skuad yang dinilai sangat mewah, rotasi pemain menjadi kunci bagi tim medis dan pelatih untuk menjaga kebugaran di tengah jadwal turnamen yang padat. Target besar tetap konsisten, mengakhiri puasa gelar juara selama 30 tahun.