Magelang: Dharma Teaching digelar di Graha Palpung Padmasambhava Monastery, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat, 9 Januari 2026. Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa memimpin langsung kegiatan pengajaran dharma dan bimbingan meditasi untuk para penganut buddhis tersebut.
His Holiness Taisitupa Rinpoche ke-12 merupakan salah satu guru utama dalam tradisi Buddhisme Tibet aliran Karma Kagyu. la dikenal sebagai murid dekat Y.M Gyalwang Karmapa ke-16 Rigpe Dorje, serta kemudian menjadi guru utama bagi Y.M. Gyalwang Karmapa ke-17, Orgyen Trinley Dorje.
Saat ini, Yang Mulia memiliki banyak pengikut di seluruh dunia, terutama di negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan Eropa. Ia juga memiliki pengikut di Benua Asia.
Menurut Ketua Majelis Palpung Indonesia Prajna Murdaya, Dharma Teaching yang diselenggarakan kali ini mengangkat tema “Wisdom for a Meaningful Life.” Tema tersebut memberikan nilai mendalam bagi para peserta, mengingat pengalaman dan pemahaman luas yang dimiliki oleh Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa.
“Jadi ceramah hari ini akan membahas tentang kebijaksanaan untuk kehidupan yang bermakna (Wisdom for a Meaningful Life). Saya pikir kita tahu bahwa Yang Mulia memiliki banyak hal untuk dikatakan tentang itu, dan Beliau telah mengalami begitu banyak hal,” kata Prajna Murdaya dalam sambutannnya.
Ia menilai, keistimewaan Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa tidak hanya terletak pada kedalaman pengetahuan spiritual, tetapi juga pada kemampuannya menyampaikan ajaran dengan cara yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
“Dan, Anda tahu, semua orang tahu bahwa bersama Beliau, terlepas dari keberadaan Beliau yang luar biasa. Beliau sangat manusiawi dan Beliau mampu mengambil semua pengetahuan, kebijaksanaan, dan energi ini dan membuatnya sangat mudah dipahami oleh orang-orang, jadi saya cukup yakin bahwa rangkaian ceramah ini akan sangat luar biasa,” ujarnya.
Individu mampu mengenali potensi diri
Sementara itu, Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa mengatakan salah satu fokus utama Dharma Teaching tersebut adalah bagaimana setiap individu mampu mengenali potensi diri yang dimiliki.
“Ya, sebenarnya tentang bagaimana mengenali potensi diri sendiri, karena Anda, saya, dan semua orang pada akhirnya adalah Buddha masa depan. Menurut ajaran Buddha, kita semua adalah makhluk yang tercerahkan di masa depan,” kata Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa saat diwawancarai di Graha Palpung Padmasambhava.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha, seluruh makhluk pada hakikatnya memiliki benih pencerahan dan berpotensi menjadi makhluk yang tercerahkan di masa depan. Oleh karena itu, pengenalan terhadap potensi diri menjadi langkah penting dalam perjalanan spiritual seseorang.
Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa menambahkan bahwa Dharma Teaching tersebut juga akan mengangkat tema kebijaksanaan untuk menjalani kehidupan yang bermakna, khususnya di tengah tantangan zaman modern.
”Topiknya adalah tentang kebijaksanaan untuk kehidupan yang bermakna. Jadi di dunia yang berubah dengan cepat dan penuh ketidakpastian ini bagaimana kita dapat menumbuhkan kebijaksanaan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang benar-benar bermakna,” katanya.
Seorang peserta Darma Teaching mengungkapkan harapannya agar pengalaman yang diikutinya dapat memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran diri, khususnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pernyataannya, peserta tersebut menegaskan bahwa ia berharap ajaran yang diterimanya mampu menumbuhkan kesadaran yang lebih mendalam dalam menjalani aktivitas keseharian.
“Setelah menghadiri Dharma Teaching saya berharap kegiatan ini membantu saya untuk memiliki kesadaran dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wendy Ho, salah satu peserta Dharma Teaching asal London.