M Sholahadhin Azhar • 14 June 2026 12:00
Jakarta: Bahasa Indonesia terus berkembang dengan menyerap kosakata dari berbagai bahasa daerah di Nusantara. Salah satu bahasa yang memberikan kontribusi cukup besar adalah bahasa Sunda.
Menariknya, sejumlah kata yang berasal dari bahasa Sunda kini telah menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia dan tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Karena sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut berasal dari bahasa daerah.
Lantas, kata apa saja yang berasal dari
bahasa Sunda dan telah masuk ke dalam KBBI?
5 Kata Serapan Bahasa Sunda dalam KBBI
1. Ngabuburit
Kata pertama yang cukup populer adalah
ngabuburit.
Istilah ini sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, terutama saat bulan Ramadan. Dalam penggunaan sehari-hari, ngabuburit merujuk pada kegiatan mengisi waktu menjelang berbuka puasa.
Secara umum, kata ini juga dapat dimaknai sebagai menunggu waktu sore dengan melakukan berbagai aktivitas. Popularitasnya yang tinggi membuat ngabuburit menjadi salah satu kata serapan bahasa Sunda yang paling dikenal secara nasional.
2. Ujuk-Ujuk
Kata berikutnya adalah ujuk-ujuk.
Dalam bahasa Indonesia, ujuk-ujuk digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak terduga.
Misalnya dalam kalimat, "
Dia ujuk-ujuk datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu."
Kata ini sering muncul dalam percakapan santai dan telah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia.
3. Jeding
Tak banyak yang mengetahui bahwa jeding juga berasal dari bahasa Sunda.
Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi bibir yang dimajukan atau melempem ke atas sebagai ekspresi tertentu, misalnya ketika seseorang sedang kesal, merajuk, atau tidak setuju terhadap sesuatu.
Meski tidak sepopuler kata lainnya, jeding masih cukup dikenal dan digunakan dalam percakapan di beberapa daerah.
4. Bangor
Kata
bangor juga termasuk kosakata serapan dari bahasa Sunda yang telah masuk KBBI.
Bangor memiliki arti bandel, nakal, atau sulit diatur. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang, terutama anak-anak, yang sering melanggar aturan atau sulit dinasihati.
Contohnya, "
Anak itu memang terkenal bangor sejak kecil."
Karena maknanya yang cukup spesifik, kata bangor masih sering digunakan hingga saat ini.
5. Gawir
Kata terakhir adalah
gawir.
Dalam bahasa Indonesia, gawir berarti dinding jurang yang curam atau tebing yang terjal.
Kata ini umumnya digunakan untuk menggambarkan kondisi geografis tertentu, terutama di daerah pegunungan atau perbukitan.
Meski tidak digunakan sesering ngabuburit atau bangor, kata gawir tetap menjadi bagian dari kosakata baku yang tercatat dalam KBBI.
Sobat
MTVN Lens, proses penyerapan kosakata ini tidak hanya memperkaya bahasa nasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa keberagaman budaya Indonesia tercermin dalam bahasa yang digunakan sehari-hari.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)