2 April 2026 22:34
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa tujuan militer negaranya dalam agresi ke Iran sudah hampir tuntas. Dalam pidato nasional yang disiarkan secara luas, Trump menyatakan bahwa agresi yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan tersebut telah melumpuhkan kekuatan pertahanan Republik Islam Iran secara sistematis.
Trump mengeklaim bahwa melalui Operasi "Epic Fury", Amerika Serikat telah melenyapkan angkatan laut, angkatan udara, hingga program rudal Iran pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pidatonya, Trump bersikap optimistis bahwa ancaman militer dari Teheran telah berakhir. Ia menyebut militer AS telah melakukan pekerjaan yang "luar biasa" yang menjadi pembicaraan dunia.
"Malam ini, saya dengan senang hati menyampaikan bahwa tujuan strategis inti ini hampir selesai. Kami secara sistematis melucuti kemampuan rezim tersebut untuk mengancam Amerika. Angkatan laut mereka sudah hilang. Angkatan udara mereka sudah hilang. Rudal-rudal mereka hampir habis," ujar Donald Trump.
Trump juga menambahkan bahwa tindakan militer ini bertujuan menutup kemampuan Iran untuk membangun bom nuklir serta menghancurkan dukungan terhadap proksi di kawasan tersebut.
Kontradiksi Data dan Kritik Tajam dari Kongres
Meskipun Trump mengumandangkan kemenangan, narasi tersebut berbanding terbalik dengan laporan lapangan yang menyebutkan ratusan tentara Amerika Serikat telah tewas dan terluka selama agresi. Kritikan keras pun datang dari para petinggi Partai Demokrat dan pengamat politik.
Senator Chris Van Hollen secara terbuka menuding Trump berbohong. Ia mengingatkan publik bahwa dua pekan lalu Trump juga mengeklaim kemenangan, padahal militer AS justru mengalami kekalahan signifikan, termasuk mundurnya pasukan dari Pangkalan Victoria.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menyebut pidato Trump tersebut "bertele-tele, tidak berstruktur, dan menyedihkan." Sementara itu, Hakeem Jeffries melalui media sosialnya menyatakan rakyat Amerika sudah muak dengan kekacauan dan biaya perang yang tinggi.