Karhutla di Palangka Raya Meluas hingga Mendekati Permukiman

14 September 2026 22:47

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meluas hingga mendekati permukiman warga, salah satunya di kawasan Jalan G Obos 20. Meskipun titik api dan bara terus menyala di dekat perumahan, sebagian warga masih memilih bertahan dan mengungsi sementara saat kondisi udara memburuk.

Jurnalis Metro TV, Andromeda Rizal, melaporkan langsung dari lokasi bahwa titik api di Jalan G Obos 20 merupakan salah satu dari ratusan titik karhutla baru yang muncul di Palangka Raya.

Meskipun petugas gabungan dari Dinas Kehutanan, BPBD, pemadam kebakaran, serta personel lainnya telah mengerahkan lebih dari tiga armada untuk melakukan pemadaman, pemadaman di lahan gambut tersebut menghadapi kendala berat. Tiupan angin yang cukup kencang membuat bara api di lahan gambut yang luas kerap kembali muncul hanya dalam kurun waktu tiga jam setelah proses pendinginan dilakukan.
 



Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena lokasinya berada tidak jauh dari permukiman padat penduduk. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga tampak berdiri berdampingan hanya berjarak beberapa meter dari titik lahan yang terbakar dan mengepulkan asap pekat.

Menanggapi situasi darurat tersebut, warga setempat menerapkan langkah antisipasi mandiri demi keselamatan kesehatan mereka.

"Warga-warga di sini ketika memang angin berhembus cukup kencang, asap juga cukup pekat begitu, ini lebih memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman masih di Palangkaraya, baik itu di masjid ataupun juga di tempat-tempat yang lainnya," ujar Andromeda melaporkan.

Warga biasanya akan kembali ke rumah masing-masing setelah arah angin mulai membaik dan kepulan asap di sekitar permukiman berangsur reda. Petugas gabungan di lapangan hingga kini masih terus berjibaku memadamkan sisa bara api di lahan gambut untuk mencegah api merembes lebih dekat ke area hunian warga.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X