Athiyya Nurul Firjatillah • 10 March 2026 22:54
Kementerian Luar Negeri mengungkap sejumlah tantangan dalam proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang masih berfluktuasi. Proses repatriasi tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik, tetapi juga dipengaruhi kondisi keamanan dan kebijakan negara yang menjadi jalur evakuasi.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Iran dan kawasan Teluk sejak meningkatnya ketegangan militer di wilayah tersebut. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan berbagai perwakilan Indonesia di negara terkait. Hal ini disampaikannya dalam penyambutan WNI dari Iran pada proses evakuasi pemulangan tahap pertama di area kedatangan internasional, terminal 3, Bandara Soekarno Hatta.
“Sejak terjadinya serangan yang dilancarkan oleh baik Amerika Serikat dan Israel ke Iran maupun dari Iran ke negara-negara tetangga di Teluk kami dari Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi yang sangat erat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara-negara tersebut,” kata Sugiono usai menyambut WNI dari Iran di Bandara Soetta, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan terdapat berbagai variabel yang memengaruhi proses repatriasi WNI. Pemerintah harus mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan, aturan dari otoritas setempat, hingga kesiapan jalur transportasi yang dapat digunakan untuk evakuasi.
| Baca juga: 22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta |