Teheran Dibayangi Hujan Asam Beracun Usai Serangan Udara AS-Israel

10 March 2026 21:54

Awan hitam pekat menyelimuti ibu kota Iran setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghancurkan sejumlah fasilitas minyak utama pada Selasa, 10 Maret 2026. Asap tebal masih membumbung tinggi dari kilang di wilayah Kohak, Shahran, dan Karaj yang dikonfirmasi oleh Kementerian Minyak Iran sebagai target utama serangan jet tempur.

Warga Teheran kini menghadapi ancaman serius berupa hujan asam beracun yang turun dalam bentuk cairan hitam berminyak. Bulan Sabit Merah Iran telah mengeluarkan peringatan darurat dan mengimbau seluruh warga agar tetap berada di dalam ruangan guna menghindari paparan zat kimia berbahaya tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap lingkungan serta kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kerusakan alam yang masif ini memiliki dampak jangka panjang yang setara dengan tindakan genosida.

"Perlu diingat bahwa kejahatan terhadap lingkungan bukanlah sesuatu yang abstrak. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, karena dampak dan konsekuensi dari kejahatan terhadap lingkungan seperti ini akan terus berlanjut hingga generasi-generasi mendatang," tegas Esmaeil Baqaei.
 

Baca juga:
Serangan Udara AS-Israel Hantam Permukiman di Iran, 40 Orang Tewas

Di lokasi kejadian, sejumlah truk tangki di fasilitas minyak Shahran dilaporkan hangus terbakar akibat hantaman rudal. Meskipun pihak Israel mengklaim serangan tersebut menyasar penyimpanan bahan bakar militer, para saksi mata menyebutkan bahwa serpihan rudal menghancurkan seluruh infrastruktur sipil yang ada di area tersebut.

Tim pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan api di tengah kekhawatiran pencemaran air dan tanah yang semakin meluas. Dunia internasional kini memantau ketat eskalasi ini karena dampaknya mulai mengganggu stabilitas lingkungan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)