25 February 2026 22:04
?Di bulan Ramadan, sebagian orang kerap menjadikan puasa sebagai alasan untuk berdiam diri atau bahkan tidur seharian penuh. Pembenaran sering kali diambil dari anggapan keliru bahwa "tidurnya orang berpuasa adalah ibadah."
Padahal, esensi puasa bukanlah bersikap pasif, melainkan tetap produktif dan menjadikan setiap detik kehidupan kita bernilai ibadah.
Dalam ajaran Islam, ibadah terbagi menjadi dua: ibadah mahdah (murni/vertikal) dan ghairu mahdah (umum/horizontal). Puasa, salat, zakat, mengkaji Al-Qur'an, dan umrah adalah bentuk ibadah mahdah. Sementara itu, bekerja mencari nafkah, memasak untuk keluarga, berdagang, bahkan menyiapkan keperluan Lebaran bisa menjadi ibadah ghairu mahdah jika diniatkan ikhlas karena Allah SWT.
Allah SWT telah berfirman agar umat Islam senantiasa menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Kita diperintahkan untuk mengejar kebahagiaan akhirat, tapi tidak boleh melupakan bagian dan kewajiban kita di dunia.
Oleh karena itu, ketika perut dalam keadaan kosong dan lapar, mari lawan rasa malas dengan tetap menggiatkan aktivitas. Setelah selesai menunaikan ibadah mahdah seperti salat, bertebaranlah di muka bumi untuk mencari karunia-Nya.
Jadikan setiap langkah kita bekerja, berikhtiar, dan beraktivitas di bulan suci ini sebagai bentuk produktivitas yang bernilai pahala. Dengan begitu, tidak ada satu detik pun yang terbuang sia-sia, karena seluruhnya kita dedikasikan hanya untuk Allah SWT.