Imbas Kabut Asap Karhutla, Pedagang di Palembang Keluhkan Pendapatan Menurun

22 October 2026 14:14

Palembang: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada pendapatan pedagang yang menggantungkan penghasilan dari keramaian di tepian Sungai Musi.

Salah satunya dirasakan Winda, pedagang yang setiap hari berjualan di pinggir Sungai Musi, dekat kawasan Jembatan Ampera. Ia mengaku jumlah pelanggan menurun sejak kabut asap menyelimuti Palembang.

“Iya, dampak sekali. Ini pelanggannya nggak banyak lagi, nggak ada kayak gitu,” ujar Winda dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 22 Oktober 2026. 

Winda mengatakan pendapatannya yang biasanya mencapai Rp200 ribu kini turun menjadi sekitar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu. Penurunan tersebut terjadi seiring berkurangnya pelanggan yang datang untuk membeli dagangannya.

Selain mengganggu penjualan, kabut asap juga berdampak pada kesehatan Winda. Ia mengaku mengalami batuk dan mata perih akibat beraktivitas di luar ruangan setiap hari.

“Iya, ada suka batuk, terus pedih matanya,” katanya.

Winda berharap pemerintah segera mengatasi kabut asap agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan normal.

“Saya minta kepada Pak Gubernur, ya kalau bisa diatasilah asap ini, ya, biar kita bisa jualan lancar seperti semula,” ucap Winda.

Sementara itu, kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang sejak pagi hingga siang hari. Jarak pandang yang sempat terbatas hingga sekitar 100 meter mulai membaik menjelang siang, meski asap masih terasa di sejumlah wilayah.

Pemerintah sebelumnya telah melakukan operasi dry ice atau es kering di Palembang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan sempat mengklaim hasil operasi tersebut cukup signifikan. Namun, kabut asap kembali menyelimuti kota.

Tim Satuan Tugas Karhutla bersama BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan upaya pemadaman melalui jalur udara dan darat untuk mengatasi kebakaran di Sumatra Selatan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X