Terlambat Masuk Pesawat, Calon Penumpang di Bandara Sorong Terobos Garbarata

7 October 2026 09:54

Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, menjadi sorotan usai terekam nekat menerobos area garbarata demi mengejar pesawat yang hendak lepas landas. Penumpang rute Sorong–Jayapura tersebut bahkan sempat terlibat keributan dan melakukan aksi kekerasan fisik terhadap petugas keamanan penerbangan (Aviation Security/Avsec).

Insiden bermula ketika penumpang yang datang terlambat mendapati pintu pesawat telah ditutup dan garbarata sudah dilepaskan oleh petugas. Saat pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu, penumpang tersebut memaksa agar pesawat kembali ke posisi semula untuk mengangkutnya. Petugas keamanan yang berjaga berupaya mengadang dan menjauhkannya dari area berbahaya tersebut.

Station Manager Lion Air Grup Sorong, Suhardi, menegaskan bahwa seluruh tahapan keberangkatan telah dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar. Terkait proses pemanggilan penumpang, perwakilan pihak bandara menjelaskan kronologinya.

"Kemarin itu sudah kita lakukan pemanggilan sesuai prosedur, itu panggilan tiga kali sesuai dengan boarding announcement, terus panggilan nama sudah dilakukan. Namun penumpang itu hadir di ruang tunggu setelah pesawat sudah close, pintu sudah tutup pintu, dan garbarata yang terkoneksi dengan pesawat itu sudah ditarik dengan dari petugas AMC," jelas Suhardi dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.
 


Mengenai penyebab penumpang tersebut berhasil menerobos hingga ke ujung garbarata, Suhardi menerangkan adanya tindakan fisik yang dilakukan oleh penumpang.

"Kenapa penumpang itu bisa melewati atau lolos sampai ke ujung garbarata, itu karena penumpang tersebut melakukan perlawanan. Setelah diarahkan, setelah dicegah oleh petugas sekuriti kami di gate itu, beliau tetap melakukan perlawanan dengan cara kekerasan, dengan memukul petugas Avsec," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pihak pengelola bandara segera mengevaluasi koordinasi internal dan memperketat pengamanan akses pintu keberangkatan.

"Yang kami sayangkan adalah kenapa komunikasi antara yang di boarding gate dengan yang di berdekatan dengan pesawat itu. Saya sudah diskusi dengan teman-teman bahwa saya akan perintahkan untuk begitu selesai penumpang dikatakan selesai boarding, pintu boarding saya suruh tutup, terus satu di pintu garbarata itu kan ada pintu tuh saya suruh tutup untuk kami mengatasi supaya hal ini tidak bisa terjadi," pungkas Kepala Kantor UPBU Bandara Deo Sorong, Soekarjo. 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X