12 May 2020 10:37
Rencana kedatangan 500 TKA Tiongkok yang akan bekerja di dua perusahaan smelter di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara resmi ditunda. Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan, pihaknya melakukan penundaan karena usulan masyarakat yang khawatir terkait kedatangan TKA di tengah pandemi Covid-19. Sementara itu External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan alasan kedatangan 500 TKA Tiongkok ke Sultra bertujuan untuk memasang alat produksi mesin di 33 tungku smelter yang tengah dibangun, dan kontrak kerja mereka hanya 6 bulan. Para TKA tersebut baru diperbolehkan masuk jika pandemi Covid-19 telah berakhir, mereka direncakanakan masuk secara bertahap untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan.