NEWSTICKER

PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan Rp183 Triliun Sepanjang 2022

29 December 2022 15:38

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, sepanjang 2022 transaksi keuangan mencurigakan sebesar Rp183 triliun dengan risiko terbesar sumber dana pencucian uang dari kasus korupsi dan narkoba. PPATK juga telah menerima sebanyak 1.544 laporan transaksi mencurigakan.

Sepanjang 2022, PPATK telah menerima 1.544 laporan transaksi keuangan mencurigakan dengan total nominal Rp183,88 triliun rupiah. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa dari laporan transaksi mencurigakan itu, PPATK telah menghentikan 2.112 rekening dengan total dana yang dibekukan sebanyak Rp1,75 triliun.
 
Dalam refleksi akhir tahun PPATK 2022, Ivan menyebutkan modus yang paling sering dilakukan untuk menampung dana hasil korupsi adalah melalui pembukaan polis asuransi, pasar modal, dan penukaran valuta asing. Biasanya pelaku menggunakan rekening atas nama keluarga hingga orang dekat, seperti asisten rumah tangga, dan sopir pribadi.

Sumber dana pencucian yang terbesar berasal dari tindak pidana korupsi dengan nilai transaksi Rp81,3 triliun. Sebanyak 101 rekening dihentikan sementara senilai Rp89,74 miliar, narkotika senilai Rp3,4 triliun, judi online sebesar Rp850 miliar.

Adapun sumber dana pencucian lainnya dari robot trading senilai Rp761 miliar, penggelapan dana yayasan Rp700 miliar, pornografi senilai Rp114 miliar, dan transaksi ormas dan Business Email Compromise (BEC) senilai Rp45 miliar.