Cerita WNI saat Gempa Turki: Evakuasi Pakai Baju Seadanya di Tengah Cuaca Dingin

10 February 2023 10:22

Bayiza Yusuf, mahasiswa Indonesia yang tinggal di Malatya, Turki, menceritakan kondisi dirinya kala gempa dahsyat mengguncang Turki, Senin (6/2/2023) dini hari waktu setempat.

Yusuf bercerita saat gempa terjadi, dirinya tengah beristirahat sekitar pukul 04.17 pagi waktu setempat dan kondisinya kurang kondusif. Saat itu para mahasiswa di Malatya harus segera menyelamatkan diri mereka dari asrama dengan hanya mengenakan kaos, celana tidur dan sandal seadanya di tengah cuaca dingin.

"Posisi kurang kondusif, jam segitu temen-temen harus keluar dari tempat tinggal apartemen, asrama dan rumah mereka dengan kondisi yang kurang memungkinkan untuk menyelamatkan harta benda. Mereka keluar dengan kaos, celana tidur dan sendal alakadarnya di tengah cuaca dingin," ujar Bayiza Yusuf.

Yusuf mengungkap saat terjadiya gempa, semua komunikasi sulit untuk diakses seperti internet hingga telepon genggam. Komunikasi sempat terhambat karena gempa membuat telekomunikasi dan internet sulit untuk dijangkau.

"Mulai pukul 04.30 waktu setempat, komunikasi kita cukup sulit. Semua komunikasi seperti internet dan telepon seluler sempat terpending karena gempa membuat telekomunikasi internet sulit dijangkau," ungkap Yusuf.

Setelah komunikasi kembali normal, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPI Turki) Amam langsung berkomunikasi dengan mahasiswa di Malatya yang kesulitan.

"Ketua PPI Turki Mas Amam akhirnya berkomunikasi dengan kami dan temen-temen PPI Turki mencoba akomodir informasi apa yang kita rangkum yang bisa kita dapat untuk diteruskan ke temen-temen kita yang nantinya jadi bahan representatif pihak lain," tutup Bayiza Yusuf

Selain itu, hari keempat pasca-gempa Turki, sejumlah bantuan seperti tenaga medis dan tim penyelawat dari berbagai dunia terus berdatangan. Cuaca dingin masih menjadi hambatan tim penyelamat dalam melakukan operasi pencarian korban.

(Rulif Augheri Nail)


Close Ads X
Close Ads X