NEWSTICKER

Kasus Persalinan Normal Berujung Bayi Meninggal, DPRD Jombang: Pasien Hipertensi, Sehingga Tidak Bisa Sesar

3 August 2022 13:56

Polres Jombang mulai melakukan penyelidikan atas kasus kematian bayi yang diduga dipaksakan lahir secara normal. Penyidik menyebut sudah mendapatkan keterangan awal hingga memeriksa beberapa tenaga kesehatan yang menangani proses persalinan pada Cahaya Rembulan.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha masih belum bisa memastikan apakah ini malpraktik atau bukan. Ia mengatakan masih harus ada pendalaman dari kasus ini. 

"Untuk sementara Polres Jombang tidak bisa menyimpulkan secara langsung terkait kejadian ini sebagai malpraktek ataupun bukan, yang akan melakukan analisa dan mengambil kesimpulan adalah ikatan dokter (IDI) dan ikatan perawat".ujar Giadi Nugraha. 

DPRD Jombang sudah memanggil pihak puskesmas ,RSUD Jombang dan orang tua Cahaya Rembulan terkait kasus persalinan yang diduga dipaksa normal berujung bayi meninggal di Jombang Jawa Timur pertemuan ini guna mendengarkan keterangan dari masing-masing pihak.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatullah menanggapi hal ini dan sudah mengklarifikasi dari pihak puskesmas dan keluarga bayi. 

"Setelah kami mendengar klarifikasi dari berbagai pihak, sebenarnya istilah pemaksaan itu tidak ada, untuk rujukan operasi sesar dari puskesmas itu memang tidak ada dan keluarga pasien sudah mengakui. Pihak rumah sakit juga mengatakan kepada kami (DPRD) bahwa tidak melakukan operasi sesar karena pasien memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi)". jelas Syarif. 

Menurut Syarif, untuk pemisahan anggota tubuh agar janin bisa keluar adalah hal yang sudah sesuai SOP dan tindakan tersebut untuk menyelamatkan sang ibu. Dikarenakan sang ibu memiliki riwayat penyakit, maka diputuskan untuk tidak melakukan operasi sesar guna menghindari pendarahan.