NEWSTICKER

Skandal Penyelewengan ACT, Efek Tak Ada Aturan Pengumpulan Dana

6 July 2022 15:27

Kasus penyelewengan donasi masyarakat oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), berawal dari krisis keuangan yayasan pengumpulan dana sosial tersebut. Pemicu krisis adalah terlalu besarnya uang donasi dari masyarakat yang dipotong untuk membiayai fasilitas dan gaji para petinggi ACT.

Di satu sisi adalah legal lembaga pengumpulan dana mengenakan potongan terhadap sebagian donasi yang diterima dan dikelolanya untuk membiayai operasional. Di dalam PP 29/1980 dinyatakan nilai terbesar potongan adalah 10?ri total dana donasi yang berhasil dikumpulkan. 

Di dalam kasus ACT, biaya operasional yang dipotong dari donasi diakui resmi hanya sebesar 13,7%. Biaya operasional mencakup pengadaan fasilitas kendaraan dinas mewah dan gaji bulanan yang tinggi untuk petinggi ACT. 

Kasus ACT ini menyadarkan bahwa selama ini tidak ada aturan mengenai kegiatan penggaralan dana sosial dan mekanisme kontrol terhadap akuntabilitasnya. Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, menyatakan kasus ACT dapat dijadikan momentum revisi aturan pengumpulan dana masyarakat dalam UU Yayasan agar dapat diaudit penggunaannya.