26 August 2022 08:42
Ratusan warga di Ter Apel melakukan aksi protes menuju Pusat Pendaftaran Pencari Suaka, Kamis (26/8/2022) malam. Aksi protes dilakukan terhadap kehadiran ratusan migran yang mencari tempat tinggal dan dinilai telah menganggu mereka.
Warga protes dengan berjalan kaki dari Molenplein menuju pusat pendaftaran. Aksi protes dilakukan di sekitar Pusat Pencari Suaka dengan membawa spanduk bertuliskan "Real Refugees OK Troublemakers Go Away" dan "Enough of the Nuisance".
Pemerintah kota telah mengatur kondisi demonstrasi dengan melarang aksi protes dengan tindakan diskriminatif, menghina atau menghasut. Mereka juga tidak diperbolehkan memakai penutup wajah atau membawa obor.
Berdasarkan keterangan Badan Pusat Penerimaan Pencari Suaka (COA), selama dua hari ada 700 orang tinggal di luar Pusat Pencari Suaka. Saat ini sudah tidak tersedia ruang di Pusat Pencari Suaka yang berkapasitas dua ribu orang. Pemerintah Belanda pun mencari akomodasi darurat. Di bawah suhu udara 30 derajat celsius, para migran ini berlindung di dalam tenda sederhana.
Isu krisis tempat tinggal ini menjadi latar belakang para pengungsi tidak memiliki tempat untuk pergi setelah mereka diberi izin sehingga mereka tinggal di Pusat Pencari Suaka. Sementara Kota Belanda dan beberapa kota di sekitarya menyediakan tempat tinggal bagi pengungsi asal Ukraina serta warga Syria yang telah meninggalkan negara mereka akibat perang.