11 October 2022 12:35
Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Sejak lima pekan lalu, banjir merendam Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Banjir dengan ketinggian satu meter lebih membuat aktivitas warga lumpuh total dan warga mulai mengalami gangguan kesehatan. Pemkab Kotawaringin Timur pun menyalurkan bantuan paket sembako melalui perangkat desa dengan mengunakan perahu klotok.
Banjir juga masih merendam delapan kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dan terus meluas. Ketinggian banjir antara 3-4 meter merendam ribuan rumah dan berdampak kepada puluhan ribu jiwa. Selain merendam permukiman, banjir juga menerjang Jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Nanga Tayap dan Balai Berkuak Simpang Hulu.
Sementara banjir bandang yang menerjang permukiman di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan hingga saat ini masih menyisakan sejumlah batu besar dan pohon tumbang yang menutupi badan jalan. Akibatnya, ratusan warga di Dusun Lembong, Desa Rana, masih terisolasi.
Selain itu, warga juga mengalami krisis air bersih setelah pipa air yang selama ini digunakan rusak karena diterjang longsor. Sulitnya menjangkau titik longsor yang ada di perbukitan membuat alat berat tidak bisa dikerahkan ke lokasi. Warga terpaksa menggunakan alat seadanya untuk membersihkan material lumpur yang bercampur dengan pohon agar bisa dilalui roda dua.