7 August 2023 11:06
Jambore Pramuka Dunia ke-25 2023 diselenggarakan di Korea Selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, dilaporkan ratusan peserta remaja jatuh sakit akibat cuaca panas ekstrem.
Sedikitnya 400 orang peserta Jambore Pramuka Dunia dirawat setelah jatuh sakit akibat terpapar cuaca panas ekstrem yang melanda Korea Selatan. Acara tersebut digelar bertepatan dengan dikeluarkannya peringatan tingkat suhu tertinggi dalam empat tahun terakhir oleh pemerintah Korea Selatan.
Suhu di beberapa bagian negara tersebut telah melebihi 38 derajat celsius. Akibatnya, pelaksanaan Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan mendapat tekanan beberapa pihak agar dibatalkan, Sabtu, 5 Agustus 2023.
Hal ini buntut kelompok-kelompok dari Amerika Serikat dan Inggris memutuskan untuk pulang seminggu lebih cepat dari jadwal karena panas yang parah dan kondisi cuaca buruk. Namun, Korea Selatan tetap melanjutkan Jambore Pramuka Dunia dan menolak seruan dari Badan Kepaduan Dunia untuk mempersingkat acara tersebut.
Perdana Meteri Han Duck Soo mengatakan delegasi dari setiap negara yang hadir dalam acara tersebut telah bertemu dan memutuskan untuk tetap ikut serta. Sedangkan Sekretaris Jenderal panitia Jambore Pramuka Dunia Choi Chang Haeng mengungkap pihaknya menghormati keputusan kelompok Inggris untuk keluar.
Sementara, lebih dari 1.500 anak dari berbagai wilayah Indonesia menjadi wakil dalam acara Jambore Pramuka Dunia. Menpora Dito Ariotedjo menyampaikan kontingen Indonesia masih bertahan dan ingin tetap melanjutkan Jambore.
Jambore Pramuka Dunia merupakan salah satu kegiatan kepanduan dunia yang diikuti oleh berbagai pramuka dari seluruh dunia. Tahun ini, Jambore Pramuka Dunia ke-25 dijadwalkan berlangsung sejak 1 - 12 Agustus 2023.