Bedah Editorial M: Butuh Bukti Bukan Janji

22 March 2022 08:03

Sangat jelas dan terang benderang bahwa urusan minyak goreng di negeri ini dikuasai oleh para spekulan yang memainkan harga seenaknya. Celakanya, pemerintah seakan tidak berdaya untuk bertindak melawan para pengusaha nakal itu. 

Ketika pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi Rp14.000 per liter, pasokan minyak goreng ditahan. Berbagai merek minyak goreng dalam kemasan seakan lenyap ditelan bumi dari gerai-gerai ritel. Masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan minyak goreng. 

Kemudian, HET minyak goreng dihapus dan diserahkan pada harga pasar. Seketika itu pula minyak goreng banjir di pasaran. Namun, para spekulan yang mengontrol pasokan dengan seenaknya memainkan harga.

Rakyat masih menaruh harapan agar pemerintah benar-benar mengawasi minyak goreng curah yang disubsidi dengan harga eceran tertinggi Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Adanya gap antara harga minyak goreng curah dan kemasan dikhawatirkan memicu praktik pemalsuan yang perlu diantisipasi. Sudah saatnya pemerintah membuktikan bahwa negara tidak kalah melawan mafia minyak goreng. Rakyat butuh bukti, bukan janji-janji manis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Leah Alexis Laloan)