19 December 2022 15:39
Destinasi wisata heritage berkonsep kampung tua diperkenalkan ke masyarakat. Destinasi wisata berjuluk Bandar Grissee ini menawarkan kawasan perkampungan tua yang mengalami akulturasi budaya, di antaranya budaya kolonial, Tionghoa, Arab dan budaya masyarakat setempat.
Inilah salah satu destinasi wisata heritage yang memiliki sejarah panjang. Sejak abad 18, kampung ini menjadi kawasan perdagangan dan pertemuan para saudagar berbagai dari bangsa. Para pedagang dari Eropa, Tionghoa, Arab Saudi dan masyarakat pribumi berinteraksi bersama hingga menghasilkan beragam budaya.
Beberapa bangunan kuno di Kawasan Kota Tua, Gresik disulap menjadi lebih fresh dan kekinian. Wajah baru Kota Tua Gresik ini dikenal dengan Bandar Grissee. Saat ini wilayah dan bangunan kuno yang berdiri sejak abad ke 18 berubah 180 derajat.
Kawasan dengan luas 60 hektare ini mulai menata diri sejak Februari 2022 yang menelan anggaran dari APBN sebesar Rp47 miliar. Meski demikian, perubahan tersebut tetap mengedepankan nilai sejarah yang ada.
Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi upaya Pemkab Gresik yang telah merevitalisasi Kawasan Kampung Tua menjadi destinasi obyek wisata sejarah. Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata Jatim dan Kabupaten Gresik bersama-sama akan mendongkrak potensi wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sandi mendorong Pemkab Gresik terus meningkatkan potensi wisata heritage di momen berskala nasional dan internasional, sehingga menjadi daya tarik wisata mancanegara.