Peringati HUT ke-75, Persatuan Jaksa Indonesia Gelar Seminar Internasional

6 May 2026 10:41

Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-75 dengan menggelar seminar internasional yang berfokus pada penguatan hukum di sektor ekonomi. Forum ini mengangkat tema 'Aspek Hukum dalam Penanganan Krisis Sistemik serta Implikasinya terhadap Stabilitas Ekonomi Nasional'.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung Republik Indonesia,  ST Burhanuddin menegaskan bahwa pemahaman aparat penegak hukum terhadap tindak pidana ekonomi tidak boleh lagi terbatas pada undang-undang darurat semata. Menurutnya, perkembangan zaman telah melahirkan modus kejahatan ekonomi yang jauh lebih kompleks, terencana, dan terstruktur, sehingga memerlukan pendekatan hukum yang lebih holistik.

Jaksa Agung juga menyoroti praktik manipulasi data dan kebijakan yang dapat berdampak pada terganggunya pasar dalam negeri hingga menurunkan minat investasi dan daya saing industri nasional.

"Tindak pidana ekonomi memiliki karakter khusus sebagai kejahatan kerah putih (white-collar crime). Di mana memiliki motif ekonomi yang tinggi, terencana dan terstruktur dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki jabatan atau status sosial, serta berdampak pada kerugian individu maupun negara," jelas Burhanuddin yang dikutip Metro Pagi Prime Time Rabu, 6 Mei 2026. 

Kajian akademik pun menunjukkan bahwa cakupan tindak pidana ekonomi kini meluas hingga ke sektor perbankan, pasar modal, perpajakan, hingga kepabeanan.
 

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,61 Persen, Purbaya: Ekonomi Kita Mengalami Akselerasi

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Asep Nana Mulyana, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi adalah fondasi utama keberlangsungan pembangunan nasional. Persaja, sebagai pilar Adhyaksa, berkomitmen untuk terus menopang institusi Kejaksaan dengan basis profesionalitas.

Hal ini ditunjukkan melalui tiga karakter utama yang dipegang teguh oleh anggota Persaja dalam mengawal kedaulatan ekonomi bangsa, yaitu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill), serta integritas (integrity). Dengan hal tersebut, Persaja bersama Kejaksaan RI siap mendukung program prioritas pemerintah.

"Persaja hadir sebagai 'hiposentrum' yang mendukung institusi untuk mengawal Kejaksaan dalam rangka menjaga stabilitas nasional dan kedaulatan ekonomi bangsa ini," tegas Asep Nana Mulyana.

Melalui forum ini, Persaja berharap dapat mendorong terobosan dalam penegakan hukum yang lebih responsif dan terintegrasi. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung program prioritas pemerintah dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan aman dari praktik kejahatan sistematis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)