Jelang Waisak, Permintaan Lilin Teratai hingga Patung Buddha Meningkat di Glodok

30 May 2026 13:39

Menjelang perayaan Hari Raya Waisak, umat Buddha mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan sembahyang dan sarana puja. Di kawasan Glodok, Jakarta Barat, toko-toko perlengkapan Buddhis ramai dikunjungi masyarakat yang mencari lilin teratai, dupa atau hio, hingga rupang atau patung Buddha untuk digunakan dalam rangkaian ibadah Waisak.

Pemilik toko perlengkapan Buddhis di Glodok, Theren, mengatakan lilin teratai menjadi salah satu perlengkapan yang paling banyak dicari menjelang Waisak. Selain itu, umat Buddha juga membeli berbagai jenis dupa serta rupang Buddha untuk kebutuhan sembahyang.

"Biasanya menjelang Waisak yang banyak dibeli itu lilin teratai, hio untuk sembahyang. Terus kalau misal memang butuh lebih lagi itu mungkin di rupang-rupang atau patung-patung," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 30 Mei 2026. 

Menurut Theren, rupang Siddharta Gautama atau Sakyamuni Buddha masih menjadi pilihan yang paling populer di kalangan umat Buddha Indonesia. Rupang tersebut tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari posisi duduk hingga berbaring.

Selain rupang Buddha, sejumlah umat juga mencari patung dewa kemakmuran atau Caishen yang dipercaya menjadi simbol doa untuk kesejahteraan dan kemakmuran.


Sementara itu, untuk kebutuhan dupa, tersedia beragam pilihan aroma seperti melati, cendana, hingga mawar. Setiap jenis dupa juga memiliki kualitas dan durasi pembakaran yang berbeda, mulai dari beberapa jam hingga lebih dari 12 jam.

Theren menjelaskan dupa impor dari berbagai negara juga memiliki karakteristik tersendiri. Produk asal Thailand umumnya memiliki aroma cendana yang lebih kuat, sementara dupa dari Taiwan dikenal memiliki kualitas yang baik dan banyak diminati.

"Dari Thailand mungkin baunya ke bau lebih cendana mungkin atau mungkin kalau misal dari Tiongkok atau dari Taiwan juga mungkin baunya lebih yang berbeda. Kayak misalnya kalau misalnya barang super quality tuh biasanya dari Taiwan sih sebenarnya. Karena kalau untuk di Taiwan sendiri kan umat-umatnya juga lumayan banyak yang sembahyang aliran Buddha ya kalau di Tiongkok kan mungkin lebih terbatas," ucapnya. 

Berbagai sarana puja tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan ibadah dalam memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Siddharta Gautama yang menjadi momen suci bagi umat Buddha di seluruh dunia.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)