Industri Perikanan Gaza Hancur Total Di Tengah Perang

4 July 2026 16:07

Industri perikanan di Jalur Gaza kini berada di ambang kehancuran setelah lebih dari dua tahun konflik berkepanjangan. Perang tidak hanya menghancurkan infrastruktur pelabuhan, tetapi juga merampas mata pencaharian ribuan nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut.

Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026, pelabuhan Gaza yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas perikanan kini berubah menjadi kawasan pengungsian. Ratusan tenda berdiri di antara puing-puing kapal yang rusak akibat perang, sementara aktivitas melaut nyaris terhenti.

Para nelayan yang masih berusaha mencari nafkah kini hanya mengandalkan perahu kayu berukuran kecil dan jaring sederhana. Sulitnya memperoleh suku cadang membuat sebagian besar kapal tidak lagi dapat digunakan untuk melaut.

Selain keterbatasan alat, para nelayan juga menghadapi ancaman keselamatan setiap kali turun ke laut. Mereka hanya diizinkan melaut hingga radius sekitar 500 meter dari garis pantai, sehingga hasil tangkapan ikan menurun drastis.


Risiko terbesar datang dari ancaman serangan di laut. Nelayan dilaporkan kerap menjadi sasaran tembakan saat berusaha mencari ikan di perairan Gaza.

Data serikat nelayan mencatat sedikitnya 232 nelayan tewas sejak perang pecah. Selain itu, puluhan nelayan lainnya dilaporkan ditahan, memperparah krisis yang melanda sektor perikanan di wilayah tersebut.

Kondisi ini berdampak langsung pada pasokan pangan masyarakat Gaza. Hasil laut yang sebelumnya menjadi salah satu sumber protein utama kini semakin sulit diperoleh, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat.

Kini di tengah kemiskinan serta kelangkaan air bersih, jutaan warga Gaza harus berjuang ekstra keras setiap harinya hanya untuk bertahan hidup. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X