BNPB Kebut Verifikasi Ribuan Rumah Rusak Terdampak Gempa NTT

24 August 2026 10:35

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mengebut proses verifikasi dan validasi terhadap ribuan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki minggu kedua pascabencana, tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB mulai diterjunkan secara langsung ke berbagai kabupaten terdampak di wilayah tersebut.

Pendataan secara mendetail hingga tingkat desa kini mulai terkumpul di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Khusus di Kabupaten Nagekeo, dari total 7.194 rumah yang dilaporkan terdampak, tim gabungan sejauh ini telah berhasil memverifikasi lebih dari 700 unit bangunan. Rincian kerusakan dari ratusan rumah yang telah diverifikasi tersebut meliputi 51 unit rusak berat, 311 unit rusak sedang, dan 400 unit rusak ringan.
 


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa proses pencatatan di lapangan terus berjalan. Ia menegaskan bahwa pendataan ini sengaja dikebut agar tahapan pemulihan selanjutnya dapat segera dieksekusi.

"Sesuai arahan Kepala BNPB, guna percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi, maka proses pendataan kerusakan rumah warga terdampak telah mulai secara paralel bersamaan dengan penanganan darurat bencana saat ini. Tim dari kedeputian bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak," jelas Berton dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 24 Agustus 2026. 

Di saat yang bersamaan dengan upaya percepatan pendataan dan rehabilitasi tersebut, pihak BNPB juga secara persuasif terus memberikan imbauan kepada masyarakat di lokasi pengungsian. Pihak otoritas meminta warga yang hasil asesmen kondisi rumahnya dinyatakan aman agar dapat segera kembali ke kediaman masing-masing. Langkah pengosongan ini dinilai sangat penting untuk mengurai kepadatan di tenda-tenda pengungsian, sehingga penanganan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dapat berjalan lebih maksimal dan terfokus.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X