Mengenal Pasukan Pengibar Bendera Pusaka HUT ke-81 RI di Istana

13 August 2026 12:03

Calon Paskibraka dari 38 provinsi kini tengah mematangkan persiapan menjelang upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lewat latar belakang keluarga dan asal berbeda, mereka mau menunjukkan mereka mampu membagikan kisah inspiratif serta semangat perjuangan dari daerah demi membanggakan nama bangsa.

Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Capaska mulai menjalani pusat pelatihan sejak awal Agustus 2026. Mereka menunjukkan motivasi tinggi demi hasil yang maksimal lewat pembinaan fisik hingga mental jelang HUT ke-81 Republik Indonesia.

Puluhan Capaska dari 38 provinsi dipersatukan membuktikan kesatuan Bhinneka Tunggal Ika lewat keberagaman Indonesia. Dari latar belakang keluarga dan asal berbeda, mereka mau menunjukkan mereka mampu membagikan kisah inspiratif serta semangat perjuangan dari daerah demi membanggakan nama bangsa. 

Bagi Christina Ndiken, siswi SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke, Provinsi Papua Selatan, menjadi Capaska tingkat pusat adalah bentuk tanggung jawab dan kebanggaan keluarga. Keteguhan hati Christina ditempa dari kesederhanaan keluarga dengan dukungan penuh dari sang ibu.

“Perasaan saya itu senang, bahagia. Pokoknya bahagia sekali lah. Ini adalah kesempatan yang baik buat saya buat merubah sifat saya dan kelakuan saya agar menjadi lebih baik dan bisa bertanggung jawab dalam tugas yang diberikan,” kata Paskibraka asal Papua Selatan, Christina Ndiken, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 13 Agustus 2026.
 



Tak jauh beda, Gus Luthfy Azka Nararya, Capaska asal Kota Bontang, Kalimantan Timur, menambatkan motivasinya sejak Sekolah Menengah Pertama untuk mengikuti jejak seniornya berkibar di tingkat nasional. Dukungan dan tangis haru kedua orang tua menjadi pemacu spirit bagi siswa SMA YPVDP Vidya Dahana Patra Bontang ini untuk unjuk gigi di panggung nasional.

“Posisi saya bertiga sama Ayah sama Bunda saya. Tapi ketika muncul Provinsi Kalimantan Timur dan disebutkan nama saya, itu bener-bener Papa saya, Mama saya langsung bener-bener nangis. Saya baru pertama kali lihat Papa saya nangis, bener-bener kayak terharu, ternyata yang bangga tuh nggak cuman diri saya sendiri tapi keluarga saya,” ungkap Paskibraka asal Kalimantan Timur, Gus Luthfy Azka Nararya.

Sekolah Rakyat juga menorehkan siswanya yang berprestasi. Ismi Ulfaida, Capaska asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, meski dari keluarga petani, langkah Ismi tak pernah surut untuk terus berlatihan fisik dan wawasan sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama demi membuktikan bahwa keterbatasan tak pernah menghalangi cita-cita.

“Saya dari keluarga petani, Bapak saya petani dan Ibu saya ibu rumah tangga. Tentunya senang banget, nangis, deg-degan juga karena lolos tingkat pusat 2026.” ucap Calon Paskibraka asal Sulawesi Barat, Ismi Ulfaida.

Memupuk kemandirian dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia menjadi motivasi mereka dalam menjalankan tugas mulia di Istana Merdeka pada 17 Agustus mendatang.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X