18 August 2026 22:52
Bogor: Semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan siswa berkebutuhan khusus di Imaculata Autism Boarding School, Kabupaten Bogor. Mereka antusias mengikuti upacara, berbagai perlombaan, hingga pertunjukan musik.
Tak hanya menjadi peserta, para siswa juga terlibat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan acara. Kegiatan tersebut diikuti siswa mulai dari usia 6 hingga 33 tahun sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.
Pendiri Imaculata Autism Boarding School, Imaculata Umiyati, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan bersama para siswa.
"Anak-anak menyiapkan semua keperluan, semua instrumen yang untuk acara hari ini, anak-anak yang melakukan mulai dari anak yang paling kecil 6 tahun sampai anak yang umur 33 tahun berperan serta sesuai dengan bidang masing-masing," ujar Imaculata dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Imaculata, para siswa tidak menganggap persiapan dan latihan sebagai beban. Mereka justru menikmati setiap kegiatan yang dilakukan.
"Ketika Bu Guru aba-aba 'latihan-latihan', anak-anak lari berhamburan datang semua. Jadi mereka menikmati kegiatan itu. Jadi sangat senang, sangat membahagiakan mereka," katanya.
Bagi pihak sekolah, peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Berbagai perlombaan menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keterampilan sosial para siswa.
Orang tua murid, Joni Getamala, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemandirian sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.
"Di tengah keterbatasan mereka yang berkebutuhan khusus, kita harapkan ini akan menjadi semacam tolak ukur bagi kita bahwa ada kemandirian yang kita harapkan bagi anak-anak ini untuk kemudian dia bisa bersosialisasi dengan masyarakat," ujar Joni.
Joni juga berharap kemampuan dan kemandirian yang diperoleh para siswa dapat membantu mereka memperoleh penerimaan yang lebih luas di tengah masyarakat.
"Harapannya adalah kemandirian yang dapat dari sini itu adalah menjadi modal utama mereka untuk bersosialisasi dengan masyarakat, mungkin juga dalam arti dapat diterima oleh masyarakat," katanya.
Antusiasme para siswa juga mendapat apresiasi dari pendamping Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf. Ia menilai kemampuan para siswa mengikuti rangkaian upacara menjadi hal yang luar biasa.
"Anak-anak autisme yang ada di sini, itu hal yang luar biasa. Tadi pada saat upacara, mereka bisa begitu mengikuti dengan patuh, dengan tenang," ujar Fatma.
Fatma berharap para siswa dapat terus mengembangkan kemampuan dan kemandirian mereka.
"Semoga kedepannya anak-anak semakin mandiri, semakin pinter," katanya.