5 March 2026 21:12
Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Nur Hajar Aisyah, atau yang akrab disapa Aisyah, telah menorehkan prestasi yang luar biasa dengan menghafal 25 juz Al-Qur'an. Namun, di balik keberhasilannya tersebut, tersimpan perjuangan panjang melawan keterbatasan ekonomi dan tantangan mental yang tidak mudah.
Ketertarikan Aisyah terhadap Al-Qur'an bermula sejak ia masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Kala itu, ibunya sering mengajak Aisyah mengikuti berbagai pengajian. Semangat belajarnya terus terjaga meski kondisi ekonomi keluarganya tergolong sederhana. Ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja mengantar lampu dari warung ke warung.
Pendidikan Aisyah pun banyak terbantu oleh kedermawanan pihak lain. Saat TK, ia bersekolah berkat bantuan biaya dari seorang 'hamba Allah', sementara di tingkat sekolah dasar (SD), ia mendapatkan keringanan biaya SPP.
Menjadi seorang penghafal Al-Qur'an bukan berarti Aisyah luput dari perasaan manusiawi. Ia mengaku sempat merasa minder ketika melihat teman-temannya memiliki uang jajan, sementara dirinya berada dalam keterbatasan.
"Kadang sih mungkin kayak di saat teman-teman ada dikasih jajan, aku belum gitu. Kok kemampuan aku di sini doang gitu," ungkap Aisyah.
| Baca juga: Kisah Rajwa Kultsum Aqila: Menghafal Al-Qur'an Demi Membahagiakan Sang Ibu |