Banyak yang Salah Tafsir, Gerakan Ekor Kucing Bisa Jadi Tanda Bahaya Lho-Serius Ini Hewan

7 January 2026 11:45

Jakarta: Banyak pemilik kucing masih keliru menafsirkan bahasa tubuh, terutama gerakan ekor. Ekor yang bergoyang kerap dianggap tanda kegembiraan seperti pada anjing, padahal kucing memiliki sistem komunikasi berbeda. Kesalahan membaca sinyal ini justru bisa memicu agresi, seperti mencakar atau menggigit.

Ekor Menghentak Cepat, Tanda Kucing Sedang Kesal

Para ahli perilaku hewan menjelaskan bahwa gerakan ekor kucing yang bergerak cepat ke kiri dan ke kanan, atau menghentak ke lantai secara berulang, merupakan indikator emosi negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa kucing sedang merasa kesal, stres, atau merasa terganggu oleh lingkungan sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, pemilik disarankan untuk memberikan ruang dan tidak melakukan interaksi fisik guna menghindari konflik dengan sang anak bulu (Anabul).
 

Ekor Tegak, Pertanda Kucing Merasa Aman

Sebaliknya, indikator kucing dalam kondisi suasana hati yang baik dapat dilihat saat ekor berdiri tegak lurus ke atas. Jika ujung ekor sedikit melengkung menyerupai simbol tanda tanya, hal tersebut menandakan bahwa kucing merasa nyaman, percaya diri, dan menyambut kehadiran pemiliknya dengan tangan terbuka. Sinyal ini merupakan waktu yang paling tepat bagi pemilik untuk memberikan perhatian atau mengajak hewan tersebut bermain.

Ekor Melilit Tubuh Pemilik, Bahasa Sayang dan Kepemilikan

Bentuk komunikasi yang paling intim terjadi saat kucing melilitkan ekornya ke tangan atau kaki manusia. Perilaku ini bukan sekadar gerakan fisik, melainkan bentuk kasih sayang tinggi sekaligus mekanisme penandaan Teritorial. Kucing memiliki kelenjar aroma di bagian ekor yang digunakan untuk menandai pemiliknya sebagai bagian dari kelompok atau "milik" mereka melalui aroma yang tidak tercium oleh manusia.

Sobat MTVN Lens, memahami rincian bahasa tubuh ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang stabil bagi hewan. Dengan mengenali sinyal yang dikirimkan melalui ekor, pemilik dapat menyesuaikan perilaku mereka agar sesuai dengan kebutuhan emosional kucing saat itu. Pengetahuan ini tidak hanya melindungi pemilik dari luka fisik, tetapi juga meningkatkan kepercayaan serta ikatan batin antara manusia dan hewan kesayangannya.
 

Para dokter hewan mengingatkan bahwa konsistensi dalam memantau perubahan bahasa tubuh adalah bagian dari tanggung jawab pemeliharaan. Kucing yang dipahami komunikasinya cenderung lebih tenang dan minim mengalami masalah perilaku di kemudian hari. Komunikasi yang efektif antara pemilik dan kucing menjadi fondasi bagi terciptanya hubungan yang sehat dan harmonis di dalam rumah.

Saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)