BPBD Pandeglang Susuri Banjir hingga 3 Km Demi Evakuasi Ibu Hamil

14 January 2026 09:16

Petugas BPBD Pandeglang Banten harus menyusuri banjir sejauh tiga kilometer (km) untuk mengevakuasi ibu hamil ke Puskesmas terdekat. Sementara itu, seorang ibu hamil di Kabupaten Aceh Tengah harus dievakuasi lewat udara menggunakan helikopter BNPB untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Takengon.

Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang, Banten harus menyusuri banjir sejauh tiga km dalam kondisi gelap dan diguyur hujan untuk mengevakuasi seorang ibu hamil warga Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran,
Kabupaten Pandeglang.

Sang ibu harus dievakuasi setelah mendapat laporan warga jika sang ibu akan melahirkan. Anggota BPBD pun langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi sang ibu ke Puskesmas terdekat. Meski harus menempuh perjalanan selama satu jam.
 



Sementara itu, seorang ibu hamil bernama Neli Suryani, asal Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh harus dievakuasi ke rumah sakit lewat udara dengan helikopter BNPB untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Datuberu, Takengon.

Pasien yang merupakan ibu hamil yang didiagnosa mengalami ketuban merembes dan nyeri pinggang sehingga harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Desa Karang Ampar masih terisolir selama dua bulan pascabanjir bandang karena akses
jembatan terputus total.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)