8 September 2026 11:38
Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki aktivitas geologi cukup tinggi. Kondisi tersebut tidak terlepas dari letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Selain gunung api dan gempa bumi, kondisi geologi Indonesia juga berkaitan erat dengan keberadaan sesar.
Melansir dari portal resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung, sesar atau patahan secara geologi adalah bidang rekahan yang disertai adanya pergeseran relatif satu blok terhadap blok lainnya. Jarak pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan kilometer, sedangkan bidang sesarnya mulai dari yang berukuran beberapa sentimeter hingga puluhan kilometer.
Berdasarkan arah pergerakannya, sesar secara umum dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Peristiwa ini terjadi akibat adanya gaya tekan maksimum dan terjadi ketika salah satu blok batuan bergerak turun relatif terhadap blok lainnya. Jenis sesar ini umumnya berkaitan dengan kondisi ketika kerak bumi mengalami gaya tarikan.
Sesar jenis ini merupakan kondisi ketika salah satu blok batuan bergerak naik relatif terhadap blok lainnya. Pergerakan ini dapat terjadi akibat adanya gaya tekanan yang mendorong batuan sehingga umumnya terjadi di area di mana dua lempeng tektonik bertabrakan.
Selain bergerak ke atas, pergerakan sesar juga bisa terjadi secara horizontal. Kedua blok batuan bergerak saling melewati ke arah yang berlawanan. Jenis sesar ini terjadi akibat gaya maksimum dan gaya minimum yang memiliki arah horizontal.
Batuan di sekitar sesar dapat mengalami tekanan akibat pergerakan lempeng tektonik. Dalam kondisi tertentu, batuan masih mampu menahan tekanan tersebut. Namun, ketika tekanan melebihi kekuatan batuan atau terjadi pelepasan energi secara tiba-tiba, batuan dapat bergeser. Energi yang dilepaskan kemudian merambat dalam bentuk gelombang seismik. Gelombang inilah yang menyebabkan permukaan bumi bergetar dan kemudian dirasakan sebagai gempa bumi.
Besarnya dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan gempa. Kedalaman sumber gempa, jarak dari sumber gempa, kondisi tanah, serta kualitas bangunan juga dapat memengaruhi tingkat kerusakan.
Sebagai wilayah yang memiliki aktivitas tektonik tinggi, Indonesia memiliki banyak sesar aktif yang tersebar di berbagai daerah.
Salah satu yang terkenal adalah Sesar Sumatra, yang membentang di Pulau Sumatra dan berkaitan dengan aktivitas tektonik di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat pula Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, dan Sesar Baribis di Pulau Jawa. Di Sulawesi juga terdapat sejumlah sesar aktif, salah satunya Sesar Palu-Koro yang berperan dalam aktivitas gempa di wilayah Sulawesi Tengah.
Nah, keberadaan sesar-sesar tersebut membuat sejumlah wilayah di Indonesia memiliki potensi mengalami gempa bumi akibat aktivitas sesar. Karena itu, pemahaman mengenai sesar penting untuk membantu masyarakat mengenali potensi gempa dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)