Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok di Tengah Memanasnya Konflik Timteng

9 March 2026 23:24

Di tengah memanasnya dinamika geopolitik dunia, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi diplomatik Indonesia yang konsisten pada jalur non-blok. Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak akan memihak kepada blok mana pun dan tetap berkomitmen menjunjung tinggi prinsip bebas aktif dengan menghormati kedaulatan setiap negara.

Langkah ini diambil mengingat situasi global yang dinilai sedang berada dalam kondisi berbahaya, terutama dengan meluasnya konflik dari Eropa hingga ke kawasan Timur Tengah. Presiden mengingatkan bahwa meskipun Indonesia berada jauh secara geografis, dampak dari gejolak internasional tersebut tetap akan dirasakan oleh bangsa Indonesia.

"Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini, dunia kita penuh dengan dinamika berbahaya, terutama kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada jauh, apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi bangsa kita," ujar Presiden Prabowo Subianto.
 

Baca juga:
Prabowo Resmikan 218 Jembatan untuk Pulihkan Bencana Sumatra

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pilihan Indonesia untuk tidak memihak adalah langkah yang paling tepat untuk menjaga kepentingan nasional. Sikap saling menghormati antar-bangsa tanpa memandang ras maupun etnis kini menjadi identitas kuat Indonesia di mata internasional.

"Kita berada di jalur yang sudah benar, di jalur tidak memihak, non-blok. Kita menghormati semua negara, itulah Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga keluar negeri kita menghormati semua bangsa, semua ras, semua kelompok etnis," tegasnya.

Presiden juga menyoroti bahwa kerukunan ratusan kelompok etnis di dalam negeri, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, hingga Jawa, menjadi modal utama stabilitas nasional. Persatuan ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan akselerasi pembangunan dan bertindak cepat dalam merespons kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Sebagai bukti nyata dari stabilitas dan gerak cepat pemerintah, Presiden Prabowo meresmikan sebanyak 218 jembatan secara serentak di berbagai wilayah. Prestasi pembangunan ini dinilai sebagai buah dari kondisi dalam negeri yang damai dan rukun, sehingga fokus pembangunan tidak terganggu oleh konflik internal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)