Beasiswa OSC Medcom.id Bantu Pelajar di Pelosok Negeri Raih Pendidikan Tinggi

31 December 2025 20:33

Program beasiswa bergengsi Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id 2025 resmi berakhir. Pada tahun ke-11 penyelenggaraannya, OSC kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan pendidikan nasional dengan mengumumkan ratusan putra-putri terbaik bangsa yang berhasil lolos seleksi ketat.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, OSC yang diinisiasi oleh Media Group melalui Surya Edukasi Bangsa Foundation telah menjadi kompetisi beasiswa daring pertama di Indonesia. Program ini hadir untuk menjawab tantangan tingginya angka putus sekolah di tingkat perguruan tinggi.

"Awalnya ini dari mimpi kecil 11 tahun yang lalu. Kita melihat masalah pendidikan di negara kita, di mana anak putus sekolah cukup banyak. Medcom berpikir perlu ikut berkontribusi sehingga tercetuslah ide memberikan beasiswa tanpa anak-anak perlu datang ke kampus untuk tes," ujar Ketua Yayasan Surya Edukasi Bangsa Foundation, Mohammad Mirdal Akib.

Pada tahun ini, OSC bekerja sama dengan 18 kampus swasta ternama di Tanah Air. Dari total 400 kuota yang disediakan untuk jenjang S1 dan S2, sebanyak 312 peserta resmi dinyatakan sebagai pemenang beasiswa.

Secara akumulatif selama 11 tahun berjalan, OSC telah berkolaborasi dengan 40 perguruan tinggi dan mendistribusikan total 3.880 beasiswa dengan nilai mencapai Rp372 miliar.
 

Baca juga: Momen Kemeriahan Pengumuman Pemenang Beasiswa OSC 2025

Kisah Inspiratif dari Sumba Hingga Aceh

Di tengah hamparan ladang dan kerja keras petani di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur lahir seorang anak dengan mimpi besar, Dewi Kahi Temba. Dewi tumbuh dari keluarga petani yang sederhana. Sejak kecil, ia belajar hidup ketekunan dan kesabaran.

Dewi berhasil meraih beasiswa untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter. Baginya, OSC adalah jembatan untuk meringankan beban orang tua sekaligus mencapai impiannya.

Dari Sumba Timur kita beralih ke Kabupaten Pidie, Aceh. Di sana lahir seorang pelajar bernama Naila Hashinatun Huzwah yang pantang menyerah di tengah keterbatasan ekonomi. Sosoknya tak pernah membatasi cita-citanya. 

Naila tumbuh dari keluarga sederhana. Sehari-hari orang tua Naila menggantungkan hidup dari berjualan kue. Sebagai pelajar SMA Sukma Bangsa, ia dikenal tekun belajar. Naila membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang. 

"Saya ingin menunjukkan kepada dunia kalau saya bisa, walaupun dari daerah," ungkap Naila.

Para orang tua penerima beasiswa yang turut hadir tak kuasa menahan air mata syukur. Meski merasa sedih karena harus melepas anak mereka menempuh pendidikan di lokasi yang jauh, mereka mengaku bangga atas pertolongan Tuhan melalui program ini yang memungkinkan anak-anak mereka kuliah tanpa kendala biaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)