BNPB Tambah Water Bombing dan Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla Kalteng

31 July 2026 12:36

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan menambah armada helikopter water bombing serta mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan menyusul meluasnya kebakaran di wilayah yang didominasi lahan gambut dan memasuki puncak fenomena El Nino.

 
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, saat ini lebih dari 3.000 hektare lahan di Kalimantan Tengah telah terbakar. Untuk mempercepat pengendalian karhutla, BNPB bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan memaksimalkan penanganan melalui jalur darat maupun udara, terutama di wilayah rawan seperti Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau.
 
Suharyanto mengatakan, operasi modifikasi cuaca terus dilaksanakan karena kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan di Kalimantan Tengah. Selain itu, armada udara juga akan diperkuat secara bertahap.
"Modifikasi cuaca kita laksanakan terus. Tadi sudah datang hujan, mudah-mudahan ini terus. Satgas udara juga sudah disiapkan. Saat ini untuk water bombing ada tiga pesawat. Pak Gubernur meminta menjadi tujuh dan kami sanggupi secara bertahap. Minggu ini akan ada tambahan satu lagi. Ada juga dua helikopter patroli dan helikopter untuk operasi modifikasi cuaca. OMC ini yang perlu ditambah karena di Kalimantan Tengah masih ada pertumbuhan awan hujan dan akan dimaksimalkan," ujar Suharyanto dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 31 Juli 2026.
 
Selain penambahan armada udara, BNPB memastikan dukungan anggaran dan peralatan akan terus disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan agar upaya pengendalian karhutla dapat berjalan lebih optimal dan kebakaran segera terkendali.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X