Imunisasi Rendah, Kasus Suspek Campak di Bandar Lampung Naik

31 March 2026 11:40

Bandar Lampung: Peningkatan kasus suspek campak pada balita menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di Bandar Lampung. Pemerintah daerah pun bergerak cepat melakukan langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

Menindaklanjuti surat edaran Menteri Kesehatan dan Gubernur Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung langsung melakukan pemantauan intensif di seluruh fasilitas kesehatan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap tren peningkatan kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
 

 

Puluhan Balita Terindikasi Suspek

Berdasarkan data dari 31 puskesmas, tercatat sebanyak 51 balita di Bandar Lampung terindikasi sebagai suspek campak. Sementara itu, laporan dari rumah sakit pemerintah maupun swasta mencatat total 169 kasus suspek, meski belum seluruhnya dipastikan berasal dari warga setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

“Dari total 31 puskesmas, terdapat 51 suspek campak pada balita di Kota Bandar Lampung. Sebagian besar kasus terjadi karena anak belum mendapatkan imunisasi,” ujar Muhtadi.

Ia menambahkan, seluruh kasus yang terdeteksi telah ditangani secara cepat oleh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang langsung berhubungan dengan masyarakat.

Rendahnya Imunisasi Jadi Pemicu

Peningkatan kasus suspek campak ini dipicu oleh rendahnya cakupan imunisasi serta menurunnya kewaspadaan masyarakat pascapandemi. Tingginya mobilitas masyarakat juga turut mempercepat potensi penyebaran penyakit.

Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas kasus ditemukan pada anak yang tidak atau belum lengkap menerima imunisasi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran vaksinasi dalam mencegah penularan campak.

“Upaya paling efektif untuk menekan kasus campak adalah melalui imunisasi. Vaksin campak memiliki tingkat efektivitas hingga sekitar 97 persen dalam membentuk kekebalan tubuh,” jelas Muhtadi.

Langkah Penanganan dan Edukasi

Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan seluruh kasus ditangani dengan cepat oleh puskesmas. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui posyandu serta peran aktif Tim Penggerak PKK.
 

Strategi jemput bola juga dilakukan untuk menjangkau balita yang belum mendapatkan vaksin. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menekan risiko penyebaran campak di masyarakat.

Muhtadi juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan anak melalui imunisasi.

“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan utama terhadap campak,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)